Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya: Korban Jiwa Bertambah, Balita 3 Tahun Ditemukan Meninggal di Perairan Pengambengan

Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya: Korban Jiwa Bertambah, Balita 3 Tahun Ditemukan Meninggal di Perairan Pengambengan
banner 120x600

Bali, 4 Juli 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Jumlah korban meninggal dunia akibat insiden tenggelamnya kapal motor penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya yang terjadi pada Kamis dini hari (3 Juli 2025) terus bertambah. Data terkini menyebutkan bahwa total jenazah yang berhasil ditemukan telah mencapai enam orang.

crossorigin="anonymous">

Salah satu korban terbaru yang ditemukan adalah seorang balita berusia 3 tahun, diketahui bernama Afnan Aqiel Mustafa, warga Dusun Simbar 1, Desa Tempo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Jenazah Afnan ditemukan sekitar pukul 17.00 WITA di wilayah perairan Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Tim SAR gabungan yang terus melakukan pencarian intensif langsung mengevakuasi jenazah ke daratan untuk dilakukan identifikasi dan penanganan medis awal di Puskesmas Pengambengan.

Setelah proses awal di puskesmas, jenazah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Negara untuk proses forensik dan dokumentasi. Direktur RSU Negara, dr. Ni Putu Eka Indrawati, mengonfirmasi bahwa balita tersebut merupakan korban keenam dari peristiwa kecelakaan laut tersebut.

“Benar, jenazah anak laki-laki bernama Afnan Aqiel Mustafa telah kami terima di RSU Negara. Ia merupakan korban keenam yang telah teridentifikasi oleh tim medis dan pihak keluarga,” ujar dr. Eka saat ditemui di RSU Negara.

Sebelumnya, jenazah Fitri April Lestari, ibu kandung dari Afnan, juga telah ditemukan oleh tim SAR pada Kamis siang di perairan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, tidak jauh dari lokasi tenggelamnya kapal.

Kedua jenazah, ibu dan anak tersebut, akan segera dipulangkan ke kampung halamannya di Banyuwangi dalam satu rombongan pengiriman jenazah, bersamaan dengan korban-korban lainnya yang telah ditemukan.

“Keduanya akan diberangkatkan ke Banyuwangi dalam satu proses pemulangan jenazah. Kami berkoordinasi dengan pihak keluarga dan instansi terkait untuk memastikan penanganan yang layak dan cepat,” tambah dr. Eka.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan relawan masyarakat masih terus melakukan operasi pencarian terhadap kemungkinan korban lainnya yang belum ditemukan. Kapal KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam secara tiba-tiba saat dalam pelayaran rute Gilimanuk–Ketapang, memuat kendaraan dan penumpang, pada dini hari Kamis kemarin.

Penyelidikan mendalam terkait penyebab kecelakaan laut ini juga tengah dilakukan oleh pihak berwenang, termasuk Polairud, KNKT, dan otoritas pelabuhan setempat.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0