Bayi 13 Bulan Tewas Usai Tak Sengaja Minum Oli Bekas di Dalam Rumah: Polres Ngawi Lakukan Penyelidikan Penuh

Bayi 13 Bulan Tewas Usai Tak Sengaja Minum Oli Bekas di Dalam Rumah: Polres Ngawi Lakukan Penyelidikan Penuh
banner 120x600

Ngawi, 4 Juli 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS


Tragedi memilukan terjadi di Kelurahan Ketanggi, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Seorang balita laki-laki berusia 13 bulan berinisial MAH, meninggal dunia setelah tanpa sengaja menenggak cairan oli bekas yang tersimpan di dalam sebuah toples di rumahnya sendiri.

crossorigin="anonymous">

Peristiwa ini terjadi ketika sang ibu, NP (23 tahun), tengah menyiapkan makanan untuk anaknya di dapur. Sementara itu, MAH bermain sendiri di ruang tamu. Tanpa diketahui, korban menjangkau sebuah wadah plastik berisi oli bekas, yang rupanya merupakan tempat penampungan tetesan oli dari sepeda motor milik keluarga, yang diparkir di dalam rumah.

Kejang Mendadak, Lalu Dilarikan ke Rumah Sakit

Kapolres Ngawi melalui Kasat Reskrim AKP Aris Gunadi menjelaskan bahwa kejadian berlangsung cepat. Setelah meminum cairan dalam toples tersebut, korban tiba-tiba mengalami kejang-kejang dan kehilangan kesadaran.

Melihat kondisi putranya memburuk secara drastis, ibu korban bersama sang kakek segera membawa MAH ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Upaya Medis Tak Mampu Menyelamatkan Korban

Dokter Luthfy, salah satu dokter jaga di IGD RSUD dr. Soeroto, menyampaikan bahwa korban tiba dalam kondisi tidak sadar dan sangat kritis.

“Segera kami lakukan tindakan penyelamatan, termasuk bilas lambung, pemasangan oksigen, dan terapi anti perdarahan. Namun kondisi tubuh korban semakin menurun. Ia mulai mengeluarkan darah dari hidung dan mengalami gangguan pernapasan akut,” jelas dokter Luthfy.
Tak lama kemudian, tim medis menyatakan bahwa MAH tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Saat kejadian, ayah korban, WL (24 tahun), diketahui sedang berada di luar kota karena urusan pekerjaan. Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Ngawi telah melakukan penelusuran terhadap kronologi kejadian serta pengambilan sampel cairan yang diduga terminum oleh korban.

“Kami saat ini masih mendalami penyebab pasti kematian, termasuk memastikan kandungan zat cair yang diminum korban, meskipun kuat dugaan cairan tersebut adalah oli bekas dari kendaraan bermotor,” kata AKP Aris Gunadi.

Imbauan Kepolisian dan Pihak Medis

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga bahan berbahaya dan beracun (B3) jauh dari jangkauan anak-anak, terutama balita yang masih dalam masa eksplorasi.

Polres Ngawi dan tenaga medis mengimbau agar seluruh zat kimia seperti oli, bensin, cairan pembersih, serta alat-alat berbahaya disimpan di tempat tertutup dan tidak mudah diakses oleh anak-anak demi mencegah insiden serupa di masa depan.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0