SUMENEP, 23 Juni 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Perhelatan final Lomba Kerapan Sapi se-Madura bertajuk “Pakar Sakera” Bupati Cup 2025 di Lapangan Giling, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, berubah menjadi duka mendalam. Sekitar pukul 17.20 WIB, pagar pembatas sisi timur lapangan mendadak ambruk saat ratusan penonton menyemut untuk menyaksikan babak pamungkas kejuaraan tradisional tersebut.
Dalam insiden mendadak ini, empat orang menjadi korban. Satu di antaranya, diketahui bernama Sueb (60), warga Desa Aeng Merah, Kecamatan Batuputih, meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan keras dan tertimpa struktur pagar besi yang runtuh.
Tiga korban lainnya mengalami cedera fisik mulai dari luka ringan hingga luka berat, dan saat ini tengah menjalani penanganan medis intensif di RSUD dr. H. Moh. Anwar, Sumenep.
Kronologi Awal Kejadian
Menurut saksi mata, pagar di sisi timur mengalami tekanan berlebih karena membludaknya jumlah penonton yang ingin menyaksikan laga penentu juara. Ketika pasangan sapi terakhir dilepas di arena, antusiasme massa melonjak hingga pagar yang telah berusia tua tak mampu lagi menahan dorongan.
“Banyak penonton naik ke pagar. Tiba-tiba terdengar bunyi patahan, lalu semuanya rubuh, menimpa orang-orang di bawahnya,” tutur Rahman, saksi mata sekaligus panitia lokal acara.
Tanggapan Aparat & Penyelidikan Awal
Pihak Kepolisian dari Polres Sumenep bersama tim identifikasi telah turun ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kapolres Sumenep, AKBP Toni Ariadi Effendi, menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti serta meminta keterangan dari panitia pelaksana lomba.
“Kami sedang mendalami faktor-faktor teknis maupun kelalaian yang mungkin terjadi. Jika terbukti ada unsur pelanggaran prosedur keselamatan, tentu akan ditindaklanjuti secara hukum,” ujar AKBP Toni kepada awak media, Minggu malam.
Sorotan terhadap Keamanan Fasilitas Umum
Tragedi ini menyoroti minimnya pengawasan terhadap kelayakan struktur fisik fasilitas umum, terlebih dalam kegiatan besar yang melibatkan kerumunan masyarakat. Berdasarkan pantauan di lokasi, pagar pembatas lapangan terbuat dari rangka besi dan kayu tua yang diduga tidak mengalami perawatan atau evaluasi teknis secara berkala.
[RED]














