Ratusan Warga Padati Polsek Pauh dan Polresta Padang, Terkait Dugaan Penipuan Lowongan Kerja Fiktif di Sebuah Pusat Perbelanjaan

Ratusan Warga Padati Polsek Pauh dan Polresta Padang, Terkait Dugaan Penipuan Lowongan Kerja Fiktif di Sebuah Pusat Perbelanjaan
banner 120x600

Padang, 16 Juni 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Kepolisian Sektor Pauh dan Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang dipadati ratusan warga pada Minggu malam (15 Juni 2025) hingga menjelang Senin dini hari. Kedatangan mereka dilatarbelakangi oleh dugaan tindak pidana penipuan yang mengatasnamakan lowongan pekerjaan di salah satu pusat perbelanjaan ternama di Kota Padang.

crossorigin="anonymous">

Berdasarkan keterangan sementara dari sejumlah pelapor dan saksi, oknum yang diduga sebagai pelaku menjalankan modus operandi dengan menawarkan peluang kerja fiktif, kemudian meminta sejumlah uang sebagai “biaya administrasi” kepada para korban. Jumlah uang yang diminta bervariasi, mulai dari Rp600.000 hingga mencapai Rp5.000.000, tergantung posisi pekerjaan yang dijanjikan.

“Awalnya saya dihubungi lewat pesan singkat, lalu disuruh datang ke sebuah tempat untuk wawancara. Setelah itu diminta transfer uang agar proses bisa dipercepat,” ujar salah satu korban yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di halaman Polsek Pauh.

Pelaku, menurut kesaksian, mengaku memiliki koneksi internal di manajemen pusat perbelanjaan tersebut, sehingga dapat menjanjikan proses rekrutmen yang lebih cepat dan “pasti diterima”.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai jumlah korban, identitas terduga pelaku, maupun perkembangan penyelidikan kasus ini. Aparat Polresta Padang dan Polsek Pauh masih melakukan proses pendataan dan menerima laporan dari warga yang merasa dirugikan.

Pihak kepolisian diimbau untuk segera memberikan rilis resmi agar tidak terjadi spekulasi liar maupun disinformasi yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

Peringatan Kepada Masyarakat

Divisi Siber RESKRIMPOLDA mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pencari kerja, agar selalu:

  • Memverifikasi keaslian lowongan pekerjaan melalui kanal resmi perusahaan atau instansi,
  • Menghindari permintaan transfer uang dalam bentuk apa pun sebagai syarat seleksi kerja,
  • Melaporkan segera ke pihak berwenang jika menemukan indikasi penipuan rekrutmen.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa modus penipuan berkedok lowongan kerja masih marak dan terus berkembang, menyasar masyarakat yang sedang membutuhkan pekerjaan dengan cara-cara manipulatif dan persuasif.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0