Pemerintah Desa Burangkeng mengadakan penghijauan dan kerja bakti RT/RW se-Desa Burangkeng untuk menghadapi perubahan iklim dan musim kemarau yang panjang.

banner 120x600

BEKASI, 14 Juni 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Dalam rangka memperkuat upaya mitigasi dampak perubahan iklim, Pemerintah Desa (Pemdes) Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Menggelar aksi penghijauan dengan menanam ratusan pohon di sela kegiatan kerja bakti mingguan yang berlangsung di Perumahan Bekasi Timur Regency (BTR), Sabtu (14/6/2025).

crossorigin="anonymous">

Lurah Desa Burangkeng Nemin, dan di hadiri juga oleh sekretaris desa (sekdes) Ali Gunawan S.H, turun langsung ke lapangan bersama perangkat desa dan warga untuk menanam pohon di sepanjang jalan utama kompleks perumahan. Inisiatif ini menjadi bagian dari program desa yang bertujuan menanggulangi dampak langsung dari pemanasan global dan cuaca ekstrem, khususnya menghadapi musim kemarau yang akan datang.

“Langkah ini merupakan bagian dari program penanggulangan dampak perubahan iklim. Penanaman pohon ini diharapkan mampu menurunkan suhu lingkungan agar masyarakat tidak terlalu terdampak cuaca panas ekstrem,” ungkap Nemin saat ditemui di lokasi kegiatan.

Sebanyak 200 pohon ditanam di area strategis sepanjang jalan utama Perumahan BTR. Nemin menambahkan bahwa program penghijauan ini tidak hanya difokuskan di satu titik, tetapi akan diperluas ke seluruh wilayah Desa Burangkeng.

“Total target kami sebanyak 500 pohon. Saat ini sudah ditanam 200 di Perumahan BTR, sisanya akan kami tanam secara bertahap di berbagai titik desa. Pohon yang dipilih memiliki karakter akar yang tidak merusak infrastruktur seperti jalan atau saluran air,” jelas Nemin yang juga merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Bekasi.

Perubahan iklim kini menjadi isu global yang dampaknya dirasakan secara lokal, mulai dari peningkatan suhu, ketidakteraturan musim hujan, hingga risiko bencana alam seperti banjir dan kekeringan. Oleh karena itu, langkah penghijauan dianggap sebagai solusi jangka panjang yang efektif dalam menjaga keseimbangan ekosistem desa.

Kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan secara rutin setiap pekan oleh masyarakat Burangkeng tidak hanya difokuskan pada kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai bentuk sinergi antara warga dan pemerintah desa dalam membangun wilayah yang lebih sehat, hijau, dan tangguh terhadap bencana.

“Kerja bakti bukan hanya soal kebersihan, tapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya lingkungan yang tertata dan tahan terhadap bencana. Ini investasi jangka panjang untuk generasi yang akan datang,” pungkas Nemin.

Aksi ini mendapat sambutan positif dari warga sekitar, yang turut serta dalam proses penanaman dan menyatakan komitmennya untuk menjaga pohon-pohon yang telah ditanam.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0