Jakarta, 30 Mei 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS
Prestasi luar biasa kembali ditorehkan oleh anak bangsa. Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay, yang akrab disapa Nono, seorang bocah asal Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil mengukir sejarah dengan menyabet gelar juara pertama dalam ajang bergengsi tingkat internasional, International Abacus World Competition 2022. Kompetisi ini diikuti oleh lebih dari 7.000 peserta dari berbagai penjuru dunia, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, dan negara-negara Eropa.
Yang menarik perhatian publik, bukan hanya keberhasilan Nono memenangi kompetisi matematika tingkat dunia, tetapi juga sikap rendah hati dan tekad besarnya. Saat ditawari hadiah berupa satu unit mobil mewah, bocah jenius berusia 8 tahun ini dengan tegas menolak. Dengan polos namun penuh keyakinan, ia berkata, “Nono tidak mau, karena Nono mau buat sendiri. Nono mau ciptakan kereta dan pesawat tercepat seperti Elon Musk.”
Pernyataan Nono yang menyebutkan ambisinya untuk menciptakan teknologi transportasi canggih langsung viral di media sosial, mengundang decak kagum masyarakat luas. Banyak pihak memuji bukan hanya kecerdasannya dalam bidang matematika, tetapi juga visi besarnya untuk masa depan.
Menurut keterangan panitia penyelenggara, kompetisi ini menguji kecepatan dan ketepatan peserta dalam menyelesaikan soal-soal aritmetika menggunakan metode sempoa (abacus), yang membutuhkan konsentrasi tinggi, ketelitian, dan kemampuan berpikir cepat. Nono berhasil memimpin klasemen sejak babak penyisihan hingga final, mengalahkan ribuan peserta berbakat dari seluruh dunia.
Orang tua Nono, dalam wawancara singkat, mengungkapkan kebanggaan mereka terhadap putra sulungnya. “Sejak kecil Nono memang sudah menunjukkan minat besar pada hitungan dan teknologi. Ia sering membuat mainan sendiri dari barang bekas, dan bercita-cita menciptakan alat transportasi super cepat,” ujar sang ayah.
Pihak sekolah tempat Nono belajar juga menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Kepala sekolah menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung pengembangan bakat Nono, termasuk mencarikan akses beasiswa dan bimbingan khusus agar potensi anak jenius ini dapat terus diasah.
Kepolisian Daerah melalui Divisi Humas turut memberikan apresiasi. Dalam pernyataannya, mereka mengatakan bahwa prestasi seperti ini adalah cerminan potensi luar biasa anak bangsa yang perlu dijaga dan didukung bersama. “Kami berharap anak-anak Indonesia lainnya terinspirasi untuk terus berprestasi secara positif dan membanggakan negara di kancah internasional,” ujar Kombes Pol. [Nama].
Kabar baik ini juga menarik perhatian sejumlah tokoh nasional dan pemerhati pendidikan, yang mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada anak-anak jenius seperti Nono agar mendapat fasilitas pengembangan yang memadai. Banyak yang menilai Nono berpotensi besar menjadi sosok penting dalam pengembangan teknologi Indonesia di masa depan.
Saat ini, Nono sendiri tetap fokus pada sekolah dan proyek-proyek kecil buatannya. Ia dikabarkan sedang merancang prototipe mainan transportasi cepat yang ia kerjakan dari bahan-bahan sederhana. Dengan semangat luar biasa, ia bercita-cita kelak bisa menciptakan kereta dan pesawat tercepat seperti tokoh idolanya, Elon Musk.
[RED]













