Sana’a, Yaman, 29 Mei 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS
Rabu pagi (28/5/2025), Bandara Internasional Sana’a di Yaman diguncang oleh serangan udara brutal yang dilancarkan oleh Israel Defence Force (IDF). Serangan ini tak hanya menghantam fasilitas yang diduga digunakan kelompok pemberontak Houthi, tetapi juga menghancurkan sebuah pesawat komersial yang sedianya disiapkan untuk mengangkut ribuan calon jamaah haji asal Yaman menuju Jeddah, Arab Saudi.
Menurut laporan eksklusif Al Jazeera, salah satu sasaran yang terkena dampak serangan adalah Airbus A320-233 milik Yemeni Airlines. Pesawat itu baru saja mendarat di Sana’a dari Amman, ibu kota Yordania, sekitar pukul 09.10 waktu setempat. Jadwal berikutnya: mengangkut jamaah haji dari wilayah Yaman, terutama dari kawasan yang dikuasai Houthi.
Keterangan Resmi Otoritas Bandara Sana’a
Direktur Bandara Internasional Sana’a, Khaled al-Shaif, mengungkapkan kekesalannya melalui pernyataan publik di platform X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter).
“Israel telah menghancurkan satu-satunya pesawat komersial yang masih bisa beroperasi milik Yemeni Airlines di bandara ini,” tulis Khaled. “Ini adalah pukulan besar bagi rakyat sipil yang berharap menunaikan ibadah haji tahun ini.”
Sebelumnya, pihak bandara telah merencanakan dua penerbangan harian selama sembilan hari penuh untuk melayani ribuan calon haji Yaman. Namun, akibat serangan ini, rencana tersebut kini terancam batal total.
Rangkaian Serangan Empat Gelombang
Serangan udara IDF ke Sana’a bukanlah satu kali serang, melainkan bagian dari empat gelombang pengeboman terkoordinasi yang diklaim menyasar fasilitas-fasilitas milik kelompok Houthi, termasuk hanggar dan gudang penyimpanan.
Meski Israel menyatakan targetnya adalah aset militer, kenyataan di lapangan menunjukkan dampak besar juga dirasakan oleh warga sipil. Selain kerusakan pesawat, sebagian bangunan terminal bandara juga mengalami kerusakan serius, memperparah kekacauan transportasi sipil di negara yang telah lama dilanda konflik ini.
Dampak Kemanusiaan dan Reaksi Internasional
Organisasi kemanusiaan internasional segera mengecam serangan ini, menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, mengingat Bandara Sana’a telah lama menjadi satu-satunya jalur utama warga sipil Yaman untuk keluar-masuk negeri, termasuk untuk keperluan medis, pendidikan, dan ibadah.
Pengamat Timur Tengah, Dr. Fadhil Abbas, menilai serangan ini berpotensi memperuncing ketegangan regional. “Tidak hanya masalah militer, ini menyentuh dimensi religius karena menyangkut ribuan calon jamaah haji yang sudah menunggu kesempatan menunaikan rukun Islam kelima,”
[RED]













