google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Oknum Guru SMP Swasta Al-Wathoniyah Resmi Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka Kepada PWI Bekasi Raya Terkait Dugaan Pelecehan Profesi Jurnalis

Oknum Guru SMP Swasta Al-Wathoniyah Resmi Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka Kepada PWI Bekasi Raya Terkait Dugaan Pelecehan Profesi Jurnalis
banner 120x600

Bekasi, 24 Mei 2025 — RESKRIMPILDA.NEWS

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya secara resmi menerima permohonan maaf dari seorang oknum guru berinisial R, yang sebelumnya diduga telah menghina dan merendahkan profesi wartawan melalui rekaman pesan suara yang sempat beredar luas di berbagai platform media sosial. Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh R di Sekretariat PWI Bekasi Raya pada Sabtu, 25 Mei 2025.

crossorigin="anonymous">

Guru dari SMP Swasta Al-Wathoniyah ini diterima langsung oleh Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., yang didampingi sejumlah pengurus inti organisasi, serta disaksikan oleh puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, daring, maupun elektronik yang hadir dalam kesempatan tersebut.

Dalam pertemuan terbuka itu, R secara tegas mengakui kekhilafan atas ucapannya yang dinilai tidak pantas, dan menegaskan bahwa tidak ada niat sedikitpun untuk melecehkan atau meremehkan profesi wartawan. Ia juga menyatakan penyesalan mendalam atas keresahan dan kegaduhan yang telah terjadi di tengah masyarakat akibat viralnya pesan suara tersebut. Sebagai bentuk kesungguhan, R juga menandatangani surat pernyataan permintaan maaf di atas materai resmi.

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh insan pers, khususnya kepada rekan-rekan di PWI Bekasi Raya. Ucapan saya dalam pesan suara itu sepenuhnya merupakan kekeliruan pribadi dan sama sekali tidak mewakili institusi sekolah atau pihak manapun. Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan saya telah menyinggung perasaan banyak pihak, terutama para jurnalis yang bekerja secara profesional,” tutur R di hadapan para awak media.

Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, menyatakan apresiasi atas keberanian dan sikap terbuka dari R dalam menyampaikan permintaan maaf. Namun demikian, ia menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran penting, terutama bagi kalangan pendidik, untuk lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan, baik di ruang nyata maupun di ruang digital, demi menjaga kehormatan profesi dan menghindari kesalahpahaman di tengah publik.

“Kami menyambut baik itikad baik ini dan menerima permintaan maaf tersebut dengan penuh kelapangan hati. Namun kami juga berharap, tidak akan ada lagi pernyataan atau tindakan yang bersifat meremehkan atau mendiskreditkan profesi apapun. Baik guru maupun wartawan adalah dua elemen strategis dalam membangun peradaban, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan membentuk opini publik yang sehat,” tegas Ade.

Selain itu, PWI Bekasi Raya turut menyerukan kepada pihak sekolah serta instansi pendidikan terkait untuk segera melakukan pembinaan dan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. Organisasi profesi ini juga menegaskan komitmennya untuk selalu menjaga, melindungi, dan memperjuangkan hak-hak jurnalis dari segala bentuk intimidasi, pelecehan, maupun diskriminasi, serta berupaya meningkatkan literasi publik tentang pentingnya kebebasan pers yang profesional, independen, dan bertanggung jawab.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0