BARESKRIM POLRI GAGALKAN PENYELUNDUPAN 20 KG SABU JARINGAN MALAYSIA-INDONESIA DI PERAIRAN BENGKALIS

BARESKRIM POLRI GAGALKAN PENYELUNDUPAN 20 KG SABU JARINGAN MALAYSIA-INDONESIA DI PERAIRAN BENGKALIS
banner 120x600

Bengkalis, Riau, 12 Agustus 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 20 kilogram narkotika jenis sabu yang diduga merupakan bagian dari jaringan lintas negara Malaysia–Indonesia. Operasi ini berlangsung di wilayah perairan Bengkalis, Riau, dan berujung pada penangkapan dua orang tersangka.

crossorigin="anonymous">

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini dilakukan oleh Tim Opsnal Subdit IV Dittipidnarkoba bekerja sama dengan Bea Cukai Bengkalis–Riau. Barang bukti yang disita berupa sabu Golongan I yang dikemas rapi dalam bungkus teh Cina.

Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Handik Zusen, dan berhasil mengamankan dua tersangka, yaitu Bobby Leoza Herlianda dan Andrefebryanda.

Barang bukti yang disita meliputi:

  • 10 bungkus teh Cina berisi sabu dengan total berat ±10 kg.
  • 1 tas berisi 10 bungkus teh Cina yang juga berisi sabu dengan berat ±10 kg.

Pengungkapan ini bermula ketika Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim menerima informasi intelijen dari masyarakat terkait rencana distribusi sabu dari Malaysia melalui jalur laut di wilayah perairan Bengkalis. Tim kemudian membentuk operasi gabungan dengan Bea Cukai Bengkalis untuk melakukan profiling dan surveillance terhadap target di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sepahat, Bengkalis.

Hasil pemantauan mengarah pada dua tersangka yang berperan sebagai “kuda darat”, yaitu pengangkut barang dari titik pendaratan menuju lokasi distribusi darat. Pada Senin, 16 Juli 2025, sekitar pukul 02.00 WIB, tim gabungan berhasil mengamankan keduanya beserta barang bukti di lokasi yang telah diintai.

Pihak kepolisian memastikan bahwa penyidikan akan dikembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk pihak-pihak yang berada di Malaysia dan penerima barang di Indonesia.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0