Subang, 10 Agustus 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Untuk meminimalisir risiko banjir seperti tahun 2021, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum bersama konsultan asal Korea Selatan yang diwakili Mr Kim akan membangun sistem Peringatan Dini Banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipungara, Subang.
Sistem ini menggunakan aplikasi Flood Forecast and Warning System (FFWS) untuk memantau curah hujan, muka air sungai, serta memberikan peringatan sebelum banjir terjadi. Rencananya akan dipasang 2 pos curah hujan, 7 pos muka air, dan 1 pos peringatan banjir.
Selain itu, akan dibangun 3 kolam retensi guna menampung air hujan sementara, meningkatkan resapan air ke tanah, mencegah banjir, dan mengurangi erosi.
PPK BBWS Citarum, Sari Kurniawati, menyebut program dimulai study LARAP (Land Acquisition and Resettlement Action Plan) jadi strategis karena mengidentifikasi aset masyarakat terdampak banjir.
Sari menegaskan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan teknologi, tetapi juga sinergi antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan partisipasi aktif masyarakat.
“Pencegahan banjir adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama yang solid, dampak bencana dapat diminimalkan dan keselamatan warga lebih terjamin,” tegasnya.
Penanganan banjir akan dilakukan menyeluruh dari hulu hingga hilir, dengan sinergi pemerintah dan masyarakat sebagai kunci keberhasilan.
[RED – TH]













