Subang, 10 Agustus 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Program pembangunan tanggul Sungai Cipungara, Kecamatan Pamanukan, Subang, menuai sorotan tajam. Sejumlah warga Desa Ranchalilir mengaku kaget dengan adanya kegiatan pengeboran di wilayah mereka. Tanpa pemberitahuan maupun sosialisasi, aktivitas alat berat tiba-tiba muncul, memicu rasa khawatir dan pertanyaan besar di kalangan warga.
Belakangan diketahui, pengeboran tersebut merupakan bagian dari rencana pembuatan tanggul banjir untuk melindungi permukiman dari ancaman banjir besar seperti yang melanda pada tahun 2021. Namun, ironi terjadi—proyek yang bertujuan melindungi masyarakat justru dihadang oleh warga karena minimnya keterbukaan informasi dari pihak pelaksana.
Pengamat pengembangan masyarakat, Ari Hariadi Soeleaman, menegaskan bahwa pembangunan akan lebih efektif jika warga dilibatkan sejak awal. “Partisipasi masyarakat adalah proses sadar dan nyata, mulai dari tahap perencanaan hingga pengendalian pembangunan. Jika keterlibatan dilakukan secara terencana, terorganisir, dan terukur, akan tercipta rasa memiliki yang memudahkan pemeliharaan di masa depan,” ujarnya.
Ia mencontohkan proyek MCK di Pangandaran pasca tsunami, yang sukses berkat keterlibatan masyarakat sejak perencanaan. Sarana umum tersebut tetap terpelihara karena warga merasa memiliki. Contoh serupa juga terlihat pada proyek pengembangan Daerah Irigasi Cikawung Indramayu, di mana peta kepemilikan lahan dan aset dikonfirmasi langsung oleh warga melalui tahap Pertemuan Konsultasi Masyarakat.
Menurut Ari, keterbukaan informasi dan pelibatan warga dapat meminimalisir konflik yang sering muncul saat pembebasan lahan. Tahapan ini dikenal sebagai Land Acquisition Resettlement Action Plan (LARAP)proses penting yang seharusnya dilakukan sebelum proyek berjalan.
Kasus tanggul Cipungara menjadi pelajaran penting bagi pemerintah. Tanpa komunikasi yang jelas dan partisipasi warga, proyek sebesar apa pun berisiko mendapat penolakan. Masyarakat bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga mitra strategis yang menentukan keberhasilan pembangunan.
[RED – TH]















