JEMBER, 1 Agustus 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Di tengah kondisi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Jember, aparat Kepolisian Resor Jember berhasil mengungkap praktik ilegal penimbunan BBM bersubsidi oleh sejumlah oknum yang memanfaatkan situasi darurat ini untuk keuntungan pribadi.
Operasi penindakan ini dilakukan oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Bangsalsari. Delapan orang yang diduga kuat terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut berhasil diamankan saat sedang memindahkan BBM dari kendaraan bermotor ke dalam jeriken dan wadah penyimpanan lainnya, yang diduga akan dijual kembali dengan harga jauh di atas ketentuan resmi.
Delapan tersangka yang berhasil diamankan dalam operasi ini adalah:
- HL (40), warga Kecamatan Rambipuji
- JL (50), MJB (26), AW (22), dan PJ (60), keempatnya warga Kecamatan Bangsalsari
- MJH (30), warga Kabupaten Probolinggo
- RDS (20) dan SC (40), keduanya berasal dari Kecamatan Ajung
Dari tangan para pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti penting yang digunakan dalam proses penimbunan dan distribusi ilegal BBM, antara lain:
- 1 unit mobil Daihatsu Sigra dengan nomor polisi P-1259-LB
- 5 unit sepeda motor berbagai jenis
- 5 buah jeriken kapasitas 20 liter
- 2 buah jeriken ukuran 5 liter
- 1 drum berkapasitas 25 liter
- 1 galon air mineral
- 4 selang plastik untuk penyedotan bensin
- 2 corong plastik
- Total sekitar 120 liter BBM jenis Pertalite
IPDA Zazim menekankan bahwa tindakan penimbunan BBM di masa krisis pasokan merupakan pelanggaran serius terhadap peraturan distribusi energi nasional dan sangat merugikan masyarakat luas.
“Polres Jember akan menindak tegas setiap bentuk penyimpangan atau kejahatan yang berkaitan dengan distribusi dan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Masyarakat kami minta untuk tetap tenang, tidak melakukan pembelian secara berlebihan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila melihat indikasi praktik penyimpangan BBM di lingkungannya,” tegasnya.
Kelangkaan BBM yang terjadi di wilayah Jember dalam beberapa hari terakhir diduga kuat disebabkan oleh keterlambatan suplai dari pihak Pertamina. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang kendaraan di berbagai SPBU dan memicu lonjakan harga BBM eceran di pasaran bebas, bahkan menembus dua kali lipat dari harga normal.
[RED]













