KASUS HIV/AIDS SUBANG MASUK FASE DARURATAliansi Masyarakat Pantura Subang & Aktivis Sosial Ultimatum Pemerintah: Bergerak atau Situasi Kian Memburuk!

KASUS HIV/AIDS SUBANG MASUK FASE DARURATAliansi Masyarakat Pantura Subang & Aktivis Sosial Ultimatum Pemerintah: Bergerak atau Situasi Kian Memburuk!
banner 120x600

SUBANG 1 Agustus 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Gelombang keprihatinan kini berubah menjadi alarm darurat. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Subang hingga pertengahan 2025 mencatat 3.800 kasus HIV/AIDS dengan 113 kasus baru hanya dalam empat bulan pertama tahun ini. Angka ini bukan sekadar statistik—ini adalah potret nyata krisis kesehatan yang tengah mengancam generasi Subang.

crossorigin="anonymous">

Aliansi Masyarakat Pantura Subang bersama para aktivis sosial menilai pemerintah lamban dan terjebak dalam rutinitas rapat tanpa aksi nyata. Ketua Aliansi, Sukadi alias Joker, menegaskan bahwa situasi ini bukan lagi “peringatan dini” tapi sudah fase darurat kesehatan masyarakat.

“Jangan hanya pandai bicara data di meja rapat. Pemerintah harus segera turun ke lapangan. Tes HIV massal, distribusi ARV gratis di seluruh puskesmas, dan edukasi publik harus dilakukan sekarang, bukan nanti,” tegas Joker.

Aktivis sosial Sopyan, yang setiap hari berinteraksi langsung dengan komunitas rentan, membeberkan fakta getir: banyak warga terlambat mengetahui status HIV-nya karena takut diskriminasi atau minimnya akses tes.

“Kami melihat sendiri, mereka datang ketika sudah terlambat. Ada yang takut tes, ada yang takut dikucilkan. Edukasi harus ramah, inklusif, dan menjangkau mereka yang paling rentan: PSK, LSL, waria, dan komunitas homoseksual,” jelasnya.

Aliansi dan aktivis sosial mengultimatum pemerintah daerah untuk mengambil langkah konkrit dan terukur:

Tes HIV Massal & Gratis dengan mobil VCT keliling di 30 kecamatan, khususnya wilayah rawan seperti Kecamatan Pamanukan.

Perluasan distribusi obat ARV gratis di seluruh puskesmas, bukan hanya RSUD.

Kampanye Anti-Stigma melalui tokoh agama, tokoh masyarakat, dan media lokal.

Edukasi intensif di lokasi rawan penularan HIV.

Program pencegahan nyata: distribusi kondom gratis, tukar jarum steril, dan tes HIV bagi ibu hamil.

Aliansi Masyarakat Pantura Subang dan para aktivis sosial mengajak seluruh warga untuk tidak takut melakukan tes HIV, tidak mendiskriminasi ODHA, dan mengawal ketat kinerja pemerintah agar penanggulangan HIV/AIDS berjalan sesuai janji.

“Kami akan terus bersuara lantang. Jika pemerintah masih lamban, berarti mereka membiarkan Subang menuju jurang bencana kesehatan,” pungkas Joker.

(RED-TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0