Bireuen, 27 Juli 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas fatal terjadi di ruas Jalan Nasional Medan–Banda Aceh, tepatnya di wilayah Desa Seuneubok, Kecamatan Peulimbang, Kabupaten Bireuen, pada Minggu siang (27/7/2025) sekitar pukul 12.30 WIB. Peristiwa tragis ini melibatkan kendaraan angkutan penumpang jenis Toyota Hiace dengan nomor polisi BL 7102 LP dan satu unit truk tronton box Hino berpelat nomor BK 8407 FV.
Berdasarkan keterangan awal dari Satuan Lalu Lintas Polres Bireuen, kecelakaan terjadi saat mobil Hiace mencoba melakukan manuver mendahului kendaraan di depannya. Namun naas, sopir diduga tidak memperhitungkan jarak aman dan justru menabrak bagian depan truk tronton yang berada di jalur yang sama. Benturan keras tidak terhindarkan, menyebabkan bagian depan Hiace rusak berat (ringsek total) akibat hantaman langsung dengan bodi truk.
Korban jiwa dalam kecelakaan ini adalah pengemudi minibus Hiace, yang diketahui bernama Muhammad (69), warga Gampong Meuraksa, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Muhammad dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah di bagian kepala dan dada. Jenazah korban langsung dievakuasi oleh petugas ke Puskesmas Peulimbang guna proses visum dan penanganan selanjutnya oleh tim medis.
Selain korban meninggal dunia, dua penumpang Hiace turut mengalami luka ringan. Mereka adalah:
- Riski Nayoman (34), asal Gampong Mesjid Tuha, Meureudu, yang kini berdomisili di Peusangan Selatan
- Kafrawi Abdullah (55), warga asli Meureudu
Keduanya sempat dilarikan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan saat ini berada dalam kondisi sadar, stabil, dan mendapatkan perawatan intensif, sebagaimana disampaikan oleh dr. Nurulaflah, petugas medis dari Puskesmas Peulimbang.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Bireuen, Iptu Aditia Hadamto, S.I.K, membenarkan insiden tersebut. Ia mengungkapkan bahwa tim unit Laka Lantas segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengatur arus lalu lintas yang sempat mengalami kemacetan akibat posisi kendaraan yang menghalangi badan jalan.
“Kami sudah mengamankan lokasi, memeriksa saksi-saksi di sekitar kejadian, serta mengevakuasi kedua kendaraan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Iptu Aditia.
Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh pengendara, terutama sopir kendaraan umum dan angkutan barang, agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Mendahului kendaraan lain harus dilakukan dengan perhitungan matang, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta memperhatikan visibilitas dan jarak pandang aman.
“Satu detik kelalaian bisa berakibat fatal. Kami minta pengendara lebih bijak dan tidak terburu-buru, demi keselamatan bersama,” tutup Iptu Aditia.
[RED]













