Yogyakarta, 26 Juli 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS
Dalam langkah tegas membangun sistem transportasi nasional yang aman, efisien, dan bebas dari praktik-praktik koruptif, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyampaikan komitmennya untuk melakukan pembenahan komprehensif terhadap tata kelola angkutan logistik di seluruh wilayah hukum Republik Indonesia.
Pernyataan ini ditegaskan langsung oleh perwira tinggi Polri bintang dua tersebut dalam forum nasional Simposium ‘Polantas Menyapa’, yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, bertempat di Ballroom Hotel Wyndham Garden, Jumat (25/07/2025).
Dalam sambutannya, Irjen Agus menekankan bahwa reformasi sektor transportasi barang tidak hanya soal efisiensi logistik, namun terutama untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan menciptakan sistem manajemen lalu lintas yang transparan, tertib, dan berbasis akuntabilitas publik.
“Kami bertekad membangun sistem transportasi angkutan barang yang terintegrasi dan disiplin. Tujuannya bukan semata lancar, tapi juga selamat, bersih dari pungutan liar, dan dapat diawasi publik,” tegas Irjen Agus di hadapan peserta simposium yang terdiri dari jajaran kepolisian, akademisi, asosiasi pengusaha truk, dan elemen masyarakat sipil.
Lebih lanjut, Jenderal lulusan Akpol 1991 ini secara gamblang menyampaikan bahwa dirinya tidak akan memberi toleransi sedikit pun terhadap anggota Polantas yang terlibat dalam praktik pungli, pemerasan, atau penyalahgunaan wewenang di lapangan.
“Jika saya temukan ada oknum di lapangan yang terbukti melakukan pungli, saya pastikan akan langsung diberhentikan dari jabatan hari itu juga. Tidak ada kompromi. Masyarakat bisa melapor dan akan saya tindaklanjuti secara transparan,” tegasnya penuh tekanan.
Kakorlantas juga mengajak masyarakat luas agar tidak tergoda untuk melakukan praktik suap atau pelanggaran aturan, yang justru dapat menciptakan budaya ketidaktertiban di jalan dan memperkeruh citra aparat penegak hukum.
“Kami imbau kepada seluruh pengguna jalan: tolong jangan memberi uang kepada petugas. Jangan melakukan transaksi ilegal. Taati peraturan lalu lintas karena keselamatan itu tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat,” pungkasnya.
Dukungan Multisektor: Akademisi dan Pelaku Industri Hadir
Acara simposium ini turut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai unsur, mulai dari pejabat tinggi Kepolisian Daerah, pakar transportasi dari universitas ternama, pelaku usaha logistik nasional, hingga komunitas sipil yang bergerak di bidang keselamatan lalu lintas dan reformasi birokrasi pelayanan publik.
Diskusi berjalan intensif, membahas strategi implementasi teknologi pengawasan (seperti digital weighing system, e-Tilang, dan dashboard monitoring logistik nasional) serta perumusan kebijakan insentif bagi operator angkutan yang patuh hukum dan standar keselamatan.
[RED]













