Diduga Akibat Limbah, Muncul Buih Putih di Sungai Cisadane dan Matikan Ikan di Sepanjang Aliran

Diduga Akibat Limbah, Muncul Buih Putih di Sungai Cisadane dan Matikan Ikan di Sepanjang Aliran
banner 120x600

Bogor, 24 Juli 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Warga Kampung Sindangpala Kakap RT 01 RW 04, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, dihebohkan dengan kemunculan buih putih pekat di permukaan Sungai Cisadane pada Rabu (23/7/2025). Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat, karena diduga kuat berasal dari pembuangan limbah cair industri yang mencemari aliran sungai.

crossorigin="anonymous">

Tidak hanya menimbulkan bau menyengat dan gangguan visual, buih tersebut juga diduga menjadi penyebab matinya ikan-ikan di sepanjang aliran sungai. Peristiwa ini mengindikasikan terganggunya ekosistem air yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Dalam sebuah rekaman video yang menyebar luas di media sosial, seorang warga bernama Imam menyuarakan kekecewaannya terhadap dugaan pembiaran limbah industri yang dibuang secara ilegal ke aliran Sungai Cisadane, khususnya di kawasan Bogor Barat.

“Selama lima tahun ini, kami menyaksikan pencemaran dari limbah pabrik yang terus terjadi, dan tidak ada tindakan nyata dari pihak berwenang,” ujar Imam dalam video tersebut.

Ia menambahkan bahwa kejadian ini bukan yang pertama, melainkan sudah berulang kali terjadi dalam lima tahun terakhir, namun tidak pernah ada upaya tegas atau langkah hukum untuk menindak pelaku pencemaran.

Berdasarkan pengamatan warga, buih putih yang muncul memiliki karakteristik menyerupai bahan kimia berbusa, yang biasanya muncul akibat pelepasan limbah deterjen, surfaktan, atau zat aktif industri lainnya. Matinya biota air seperti ikan dan udang kecil menjadi indikator kuat bahwa terjadi penurunan kualitas air secara signifikan.

Kondisi ini sangat mengganggu warga yang masih memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan harian seperti mencuci, menyiram tanaman, bahkan dalam beberapa kasus untuk mandi.

Masyarakat menuntut campur tangan segera dari Pemerintah Kabupaten Bogor, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta instansi penegak hukum untuk menyelidiki sumber pembuangan limbah dan mengambil langkah hukum terhadap pihak yang terbukti melanggar.

“Jangan sampai masyarakat yang tidak tahu apa-apa justru jadi korban, sementara pelaku industri bebas mencemari tanpa ada sanksi,” tegas Imam dalam keterangannya.

Warga juga berharap agar dilakukan uji laboratorium terhadap sampel air dan buih, serta dilakukan monitoring rutin terhadap aktivitas pabrik-pabrik yang berada di sepanjang bantaran Sungai Cisadane.

Hingga berita ini ditayangkan, pemerintah daerah dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan warga tersebut. Publik masih menanti langkah konkret untuk menindaklanjuti laporan ini, guna mencegah pencemaran lebih lanjut.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0