PRAKTEK PERJUDIAN DI MEDAN DIDUGA DIBEKING OKNUM BERSERAGAM, IDENTITAS “S. MAYOR AS. NAIBAHO” TERUS DIKAITKAN

PRAKTEK PERJUDIAN DI MEDAN DIDUGA DIBEKING OKNUM BERSERAGAM, IDENTITAS "S. MAYOR AS. NAIBAHO" TERUS DIKAITKAN
banner 120x600

MEDAN, 21 Juli 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Dugaan keterlibatan aparat dalam pembiaran dan pelindungan aktivitas perjudian ilegal di wilayah hukum Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, seorang oknum TNI berpangkat Sersan Mayor, berinisial AS. Naibaho, dituding menjadi aktor penting di balik mulusnya jalur operasi sejumlah arena judi di kawasan padat penduduk, meski telah banyak dikecam publik dan media.

crossorigin="anonymous">

hingga Senin, 21 Juli 2025, lokasi perjudian yang beroperasi di Jalan Brigjen Zein Hamid, Gang Florida, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, tetap beraktivitas meski telah menjadi sorotan luas. Praktik yang terang-terangan melanggar hukum tersebut justru diduga mendapat ‘payung pelindung’ dari oknum berseragam.

Sumber internal menyebut, AS. Naibaho berperan strategis dalam memuluskan jalannya perjudian mesin ikan-ikan di kawasan Titi Kuning. Ia dikabarkan berkolaborasi dengan seorang figur bernama Handoko, yang dipercaya sebagai tangan kanan operasional di lapangan. Handoko lalu menunjuk seseorang bernama Kiki sebagai operator lapangan alias pelaksana teknis kegiatan perjudian.

Dalam sebuah komunikasi dengan wartawan, Handoko sendiri sempat membantah keterlibatannya. Namun, ia justru menyebut nama Naibaho sebagai pihak utama.

“Kurang tahu kalau soal itu. Setahu saya yang main sekarang bang Naibaho,” ungkap Handoko dalam pesan singkat yang dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu.

Tak berhenti di Medan Johor, aktivitas ilegal yang dikaitkan dengan nama AS. Naibaho juga disebut telah meluas ke kawasan Ujung Serdang, Titi Pentol, Lorong 3 Tanah Merah, di Kabupaten Deli Serdang. Di titik ini, ditemukan pula arena mesin judi yang ditandai dengan logo “Naibaho” sebagai pengenal kelompok pengelola.

Seorang koordinator lapangan (korlap) dengan inisial D. Barus dilaporkan bertanggung jawab atas operasional lokasi tersebut, yang berdiri di tengah permukiman warga, dengan penjagaan ketat dan sistem rotasi penjaga.

Meski telah menjadi konsumsi publik, baik Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf. Asrul Kurniawan Harahap maupun Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan, serta Kapolsek Delitua Kompol PS Simbolon, belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan tersebut

Ironisnya, alih-alih menghilang, praktik perjudian justru semakin berani. Di Gang Florida, arena meja ikan-ikan yang sebelumnya disamarkan dengan tumpukan alat elektronik, kini diketahui menambah unit baru yang ditempatkan persis di sebelah warung makan populer, nasi lemak Aling.

Mesin-mesin baru itu terus beroperasi hingga malam hari, dengan pengawasan ketat dari sejumlah orang berbadan kekar, dan transaksi taruhan berlangsung secara tunai tanpa jejak digital.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0