BOGOR, 20 Juli 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Seorang pria berinisial Y, yang juga dikenal dengan nama alias Jaka, warga asal Ciledug, Kota Tangerang, berhasil diamankan oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri dalam sebuah operasi penangkapan terencana yang digelar di wilayah Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat dini hari, 18 Juli 2025.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh RESKRIMPOLDA.NEWS, penangkapan dimulai sekitar pukul 03.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 11.30 WIB, dengan pengamanan ketat dari aparat keamanan bersenjata lengkap. Proses penggeledahan dilakukan di sebuah rumah kontrakan tempat terduga bermukim sementara.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita sejumlah alat bukti elektronik, antara lain telepon genggam dan dokumen penting yang diduga berkaitan dengan aktivitas jaringan terorisme, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan jaringan radikal berbasis ideologi kekerasan.
Selama pelaksanaan penggeledahan, situasi di lokasi kejadian berjalan aman, tertib, dan terkendali, dengan dukungan aparat keamanan lokal yang turut menjaga perimeter agar tidak terjadi gangguan dari pihak luar maupun kerumunan warga.
Kapolsek Rumpin, AKP Suyoko, membenarkan adanya kegiatan penangkapan tersebut. Ia menyampaikan bahwa seluruh proses sepenuhnya ditangani langsung oleh Densus 88 dan pihaknya hanya bersifat koordinatif dalam pengamanan wilayah.
“Benar, telah dilakukan penangkapan terhadap seorang pria terduga terlibat dalam jaringan terorisme. Yang bersangkutan saat ini telah diamankan dan seluruh proses penanganannya diambil alih langsung oleh Densus 88 Mabes Polri,” ujar AKP Suyoko saat dikonfirmasi pada Sabtu (19/7/2025).
Hingga saat ini, pihak Mabes Polri belum merilis secara resmi identitas lengkap Y alias Jaka maupun afiliasi jaringan yang bersangkutan. Namun sumber internal menyebutkan bahwa yang bersangkutan telah masuk dalam daftar pengawasan intelijen karena aktivitas daringnya yang mencurigakan, serta diduga memiliki koneksi dengan jaringan teror berbasis sel tertutup.
Saat ini, tersangka dibawa ke lokasi pemeriksaan Densus 88 untuk menjalani proses interogasi dan pendalaman intensif, termasuk kemungkinan keterlibatan dalam perencanaan aksi atau penyebaran ideologi radikal.
[RED]













