GARUT, 15 Juli 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Dugaan penyimpangan keuangan yang terjadi di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cihaurkuning, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, kini memasuki babak yang kian memicu kekecewaan publik. Meski Kepala Desa, Iwan Lukmansyah, secara terbuka telah mengakui telah menggunakan dana desa sebesar Rp100 juta tanpa melalui mekanisme musyawarah resmi, proses penegakan hukum terhadap kasus ini masih terkesan stagnan dan belum menunjukkan progres signifikan.
Kasus ini pertama kali dilaporkan secara resmi oleh DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (Akpersi) Jawa Barat pada 13 Juni 2025. Ketua DPD Akpersi, Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ., bahkan melakukan aksi langsung dengan mendatangi Kantor Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Kamis (10/7/2025), guna menuntut penanganan yang tegas, objektif, dan transparan.
“Kami menuntut adanya kejelasan hukum. Sudah ada pengakuan, sudah ada angka, tapi prosesnya seolah disandera birokrasi,” ujar Ahmad Syarifudin kepada wartawan.
Pihak Inspektorat Kabupaten Garut melalui salah satu pejabat yang hadir dalam pertemuan mengonfirmasi bahwa tim audit internal telah mengantongi indikasi nominal kerugian, namun belum dapat memberikan informasi detail karena proses investigasi masih berjalan di level pendalaman.
“Tim auditor kami sudah mengidentifikasi nilai kerugian. Tapi kami belum bisa buka ke publik karena masih mendalami siapa saja yang terlibat dalam keputusan tersebut. Kami juga menunggu finalisasi hasil dari Unit Kerja (UK) terkait,” ujarnya.
Sejumlah elemen masyarakat dan aktivis desa menyoroti lambannya proses ini. Mereka menilai bahwa keterbukaan pengakuan Kepala Desa seharusnya menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah hukum yang terukur dan terarah, bukan justru menunda proses dengan dalih pendalaman internal.
“Kalau pengakuannya sudah jelas, kenapa belum ada tindakan hukum? Ini bukan lagi soal administrasi, tapi potensi pelanggaran pidana penggunaan anggaran negara,” tegas salah satu tokoh masyarakat Cihaurkuning yang enggan disebut namanya.
[RED]













