LUAPAN KALI LUMPARKAN BUMI NASIO INDAH – RATUSAN RUMAH TERENDAM, EVAKUASI GUNAKAN PERAHU KARET

LUAPAN KALI LUMPARKAN BUMI NASIO INDAH – RATUSAN RUMAH TERENDAM, EVAKUASI GUNAKAN PERAHU KARET
banner 120x600

BEKASI, 8 Juli 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Hujan deras dengan intensitas ekstrem yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak dini hari Minggu (6/7) hingga Senin pagi (7/7) menyebabkan bencana banjir besar di kawasan Perumahan Bumi Nasio Indah, Jatiasih, Kota Bekasi. Air sungai yang melintasi kawasan pemukiman tersebut meluap dan menggenangi sebagian besar lingkungan perumahan, memaksa warga untuk dievakuasi dari rumah mereka yang terendam air hingga setinggi dada orang dewasa.

crossorigin="anonymous">

Menurut informasi dari lokasi kejadian, tinggi muka air diperkirakan mencapai 1 meter, bahkan di beberapa titik menyentuh pinggang hingga dada orang dewasa. Luapan aliran sungai kecil yang berada di belakang perumahan menjadi pemicu utama genangan yang berlangsung hingga saat ini. Kondisi ini diperparah oleh curah hujan luar biasa tinggi, yang tidak hanya menyebabkan banjir tetapi juga menyulitkan sistem drainase bekerja optimal.

“Air mulai masuk ke rumah sekitar pukul 03.00 dini hari. Warga banyak yang panik, apalagi yang tinggal di blok-blok paling rendah,” ujar Indra, salah satu warga setempat

Melihat tingginya genangan dan potensi risiko korban jiwa, Basarnas Kota Bekasi bersama tim gabungan SAR langsung terjun ke lokasi menggunakan unit perahu karet untuk mengevakuasi warga yang masih terperangkap di dalam rumah mereka. Evakuasi berlangsung dramatis, terutama terhadap lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas yang tidak mampu keluar sendiri dari rumah.

“Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk memastikan semua warga bisa keluar dengan aman. Fokus utama kami adalah keselamatan jiwa,” ujar Komandan Lapangan SAR Bekasi, Dwi Santoso.

Meski pompa penyedot air telah dioperasikan sejak awal banjir mulai menggenang, volume air hujan yang sangat tinggi membuat pompa tidak mampu mengatasi debit air yang masuk, sehingga banjir terus meluas dan bertahan hingga Senin siang.

“Kami sudah nyalakan pompa sejak subuh, tapi hujan terus turun deras. Air dari sungai pun naik. Akhirnya tak terbendung,” ujar petugas keamanan lingkungan perumahan.

Banjir juga berdampak langsung terhadap aktivitas kendaraan. Banyak pengendara, khususnya pengemudi sepeda motor, nekat menerobos banjir. Akibatnya, puluhan sepeda motor mengalami kerusakan karena air masuk ke dalam mesin, menyebabkan mogok di tengah genangan.

“Motor saya mati total di tengah jalan. Sudah coba dorong, tapi terlalu berat. Akhirnya saya tinggal sementara,” kata Santi, warga yang bekerja di kawasan Jatibening.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun korban luka-luka, namun kerugian material tengah dalam proses pendataan oleh pihak kelurahan dan BPBD Kota Bekasi. Ratusan rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat, dan sebagian perabotan rumah tangga terendam sepenuhnya.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0