Warga Pondok ina Depok Geger, Seorang Perempuan Tertangkap Basah Curi Uang Takziah

Warga Pondok ina Depok Geger, Seorang Perempuan Tertangkap Basah Curi Uang Takziah
banner 120x600

DEPOK, 23 Juni 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Sebuah insiden yang mencoreng nilai kemanusiaan dan empati terjadi di kawasan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok. Seorang perempuan paruh baya diduga melakukan pencurian uang duka saat prosesi takziah di kediaman salah satu warga yang tengah berduka. Peristiwa tersebut menjadi perbincangan hangat warga setelah aksi pelaku tertangkap basah oleh sejumlah saksi mata.

crossorigin="anonymous">

Bawa Plastik Merah Berisi Amplop Takziah, Diketahui Warga Setempat

Perempuan yang identitasnya belum diungkap oleh pihak berwenang ini tertangkap tangan membawa plastik merah berisi sejumlah amplop berisi uang belasungkawa yang semestinya ditujukan untuk keluarga almarhum. Menurut keterangan warga, pelaku dengan sengaja menyusup dalam acara takziah, berpura-pura sebagai kerabat dekat keluarga duka, dan memanfaatkan momen tersebut untuk mencuri.

Usai kejadian, warga langsung menggerebek kediaman pelaku. Saat didatangi, sang ibu mengakui perbuatannya dan bahkan menunjukkan amplop hasil curian yang sempat ia sembunyikan, sebagian di antaranya telah ia buang ke dalam tempat sampah.

Total Uang Diserahkan Tak Sesuai, Dugaan Manipulasi Nominal

Keluarga almarhum menerima uang takziah sebesar Rp600.000, seluruhnya dalam pecahan Rp50.000, namun berdasarkan informasi dari beberapa saksi, seharusnya terdapat nominal yang lebih besar di antara amplop tersebut, termasuk pecahan Rp100.000.

Modus yang digunakan oleh pelaku tergolong berulang dan sistematis. Berdasarkan keterangan sejumlah warga, perempuan tersebut kerap hadir dalam kegiatan takziah warga, bersikap sangat emosional, dan mengaku sebagai kerabat dekat dengan pihak almarhum, padahal tidak memiliki hubungan apapun.

Aksi Berulang, Tidak Ada Respons Tegas dari Pengurus Lingkungan

Masyarakat juga mengungkapkan kekesalan terhadap pengurus lingkungan setempat (RT/RW) yang dinilai tidak mengambil tindakan tegas atas perilaku menyimpang tersebut, meskipun pelaku telah beberapa kali melakukan aksi serupa di berbagai kesempatan berkabung lainnya.

“Ini bukan pertama kalinya beliau melakukan hal seperti ini. Tapi sayangnya, RT dan RW terkesan tutup mata. Tidak ada mediasi, tidak ada permintaan maaf resmi dari keluarga pelaku,” ujar salah satu warga yang tak ingin disebutkan namanya.

Keluarga Pelaku Dinilai Tak Beritikad Baik

Yang lebih memprihatinkan, hingga berita ini diturunkan, tidak ada permintaan maaf ataupun bentuk tanggung jawab moral dari pihak keluarga pelaku kepada keluarga duka. Hal ini semakin memicu kekecewaan warga, mengingat tindakan tersebut dilakukan di tengah suasana berkabung yang seharusnya sakral dan penuh rasa hormat.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0