Nganjuk, 16 JUNI 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS
Bupati Kabupaten Nganjuk, Marhaen Djumadi, bersama sang istri S. Wahyuni, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi banjir di area Pasar Wage, Kecamatan Nganjuk, pada Minggu malam, 15 Juni 2025. Kehadiran kepala daerah ini di tengah masyarakat terdampak bertujuan untuk melihat langsung kondisi lapangan dan mengidentifikasi akar penyebab genangan air yang melumpuhkan aktivitas perdagangan serta meresahkan warga.
Marhaen, yang dikenal luas dengan sapaan Kang Marhaen, tampak aktif berdialog dengan pedagang dan warga sekitar sembari memantau aliran air, titik saluran mampet, serta drainase yang tak lagi mampu menampung debit hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Kita harus bertindak cepat. Tidak hanya menunggu laporan tertulis, tapi langsung turun ke lapangan. Ini bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat,” ujar Kang Marhaen saat ditemui tim peliput di lokasi.
Tinjauan Teknis dan Respons Cepat
Dalam kesempatan itu, Kang Marhaen didampingi sejumlah pejabat teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), BPBD Kabupaten Nganjuk, serta unsur Satpol PP dan Damkar, untuk melakukan peninjauan langsung terhadap sistem drainase dan saluran air yang diduga menjadi biang keladi luapan air.
Tim teknis langsung melakukan pemetaan area kritis dan merekomendasikan langkah penanganan darurat, termasuk rencana pengerukan saluran tersumbat, pemasangan pompa penyedot air, serta kajian perencanaan revitalisasi infrastruktur saluran di kawasan pasar.
“Kami melihat ada tumpukan sampah, sedimentasi, dan elevasi saluran yang tidak sesuai. Ini butuh solusi jangka pendek dan jangka panjang,” jelas Marhaen.
Fokus pada Pemulihan Aktivitas Ekonomi Masyarakat
Pasar Wage merupakan sentra ekonomi lokal yang menopang ribuan pedagang dan pelaku UMKM. Banjir yang terjadi tidak hanya menimbulkan kerugian materil, tetapi juga mengganggu aktivitas distribusi barang kebutuhan pokok.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Kami ingin memastikan para pedagang bisa kembali beraktivitas tanpa kekhawatiran banjir. Saya sudah instruksikan instansi terkait untuk segera bergerak,” imbuhnya.
Istri Bupati, S. Wahyuni, yang turut serta dalam tinjauan lapangan, juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para ibu pedagang dan warga terdampak, menyerap aspirasi, serta memberikan dukungan moril kepada mereka yang terpaksa menghentikan aktivitas usaha akibat genangan air.
[RED]













