Samarinda, 22 April 2026 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda , pada Selasa malam, 21 April 2026 , berakhir tepat setelah situasi di lapangan memanas.
Massa aksi yang menyuarakan tuntutan terkait transparansi anggaran daerah sempat berusaha merangsek masuk ke wilayah kantor gubernur sekitar pukul 20.03 Wita . Aparat kepolisian kemudian melakukan pembubaran dengan menggunakan meriam air untuk mengendalikan situasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut.
Dalam perkembangan di lapangan, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud terpantau meninggalkan lokasi sekitar pukul 21.10 WITA tanpa memberikan keterangan kepada awak media. Sementara itu, sejumlah peserta aksi diamankan oleh petugas untuk proses pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Aksi tersebut dipicu oleh tuntutan massa yang menyoroti sejumlah alokasi anggaran daerah yang dinilai memerlukan transparansi lebih lanjut. Di antaranya terkait pengadaan dinas mobil gubernur, usulan rumah dinas, serta fasilitas pemeliharaan di lingkungan pemerintahan. Selain itu, massa juga mendesak pemerintah daerah untuk memperkuat penanganan aktivitas penambangan ilegal yang dinilai berdampak pada lingkungan.
Hingga sekitar pukul 22.15 Wita , kondisi di kawasan Jalan Gajah Mada dilaporkan mulai kondusif. Aparat keamanan masih berjaga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi lanjutan.
Sejumlah lembaga bantuan hukum dan organisasi mahasiswa dilaporkan turut memberikan pendampingan kepada peserta aksi yang diamankan.
Peristiwa ini menjadi perhatian berbagai pihak, khususnya terkait pentingnya menjaga dialog ruang antara pemerintah dan masyarakat, serta memastikan terjaganya aspirasi dapat berlangsung secara tertib sesuai ketentuan yang berlaku.
[RED – EXCEL]













