Jakarta, 27 Maret 2026 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romy Romahurmuziy, kembali menyoroti maraknya praktik korupsi di kalangan pejabat publik. Ia menilai kewenangan yang disebutkan masih sering terjadi dan berdampak signifikan terhadap menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Dalam pernyataannya, Romy mengungkapkan bahwa praktik koruptif yang melibatkan aparatur negara tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak integritas sistem pemerintahan secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa fenomena tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya para pemegang jabatan strategis.
Romy juga merasakan pengalaman pribadinya yang pernah membayangkan kasus korupsi sebagai pelajaran berharga. Ia mengingatkan para pejabat agar tidak mengulangi kesalahan serupa yang dapat berakhir pada konsekuensi hukum sekaligus kerugian moral.
“Pengalaman tersebut menjadi pelajaran mahal yang seharusnya tidak diulang oleh siapa pun yang diberi amanah,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian pihak menilai pernyataan Romy sebagai refleksi dari seseorang yang pernah berada di dalam sistem sehingga memiliki sudut pandang yang relevan. Namun, tidak sedikit pula yang menganalisis kredibilitas moralnya dalam memuat isu korupsi, mengingat rekam jejak yang dimilikinya.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, isu korupsi tetap menjadi perhatian utama dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di Indonesia.
[RED]













