Bareskrim Polri Bongkar Skandal 14 Ton Daging Domba Impor Kedaluwarsa, Sindikat Mafia Pangan Digulung Jelang Lebaran 2026

banner 120x600

Jakarta, 18 Maret 2026 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Langkah cepat dan sigap Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) bersama Satgas Pangan Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus besar peredaran daging impor yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, aparat berhasil menggagalkan distribusi sebanyak 14 ton daging domba asal Australia yang telah melewati masa berkah.

crossorigin="anonymous">

Pengungkapan kasus ini bermula dari hasil penyelidikan intensif tim Bareskrim yang melakukan praktik ilegal dalam pendistribusian bahan pangan. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan tiga unit truk boks memukul daging serta menggerebek gudang penyimpanan di wilayah Tangerang sebelum produk tersebut tersebar luas ke pasaran.

Berdasarkan hasil uji organoleptik, kondisi daging tersebut dinyatakan tidak layak konsumsi. Ditemukan perubahan signifikan pada warna tidak normal, aroma apek dan tengik, serta tingkat keasaman (pH) yang berada di atas ambang batas wajar.

“Hasil pengujian menunjukkan daging sudah tidak memenuhi standar konsumsi. Ini jelas tidak dapat mati dan sangat berbahaya bagi masyarakat,” ungkap Kombes Pol Setyo K. Heriyatno, Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Polri.

Lebih lanjut, diketahui bahwa daging domba impor tersebut telah bertahan sejak April 2024. Namun, demi meraup keuntungan, pelaku tetap nekat mengedarkannya ke sejumlah pihak, termasuk ke kawasan Pasar Kebayoran Lama.

“Meskipun tersangka mengetahui bahwa daging tersebut sudah endah, namun tetap diperjualbelikan untuk mendapatkan keuntungan,” tambah Kombes Setyo.

Polri menegaskan komitmennya dalam anggota melakukan praktik curang di sektor pangan yang dapat merugikan dan membahayakan masyarakat luas. Penindakan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi pelaku usaha nakal agar tidak bermain-main dengan keamanan dan kualitas bahan pangan.

Saat ini, penyidik ​​masih terus mengembangkan kasus untuk mengungkap jaringan distribusi yang lebih luas serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam sindikat mafia pangan tersebut.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam membeli produk pangan, terutama menjelang hari besar keagamaan, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi peredaran barang yang mencurigakan atau tidak layak dikonsumsi.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0