Wakil Kepala BGN Soroti Dugaan “Ternak Yayasan” dalam Program MBG, Sejumlah Pengusaha Disebut Berkedok Lembaga Sosial

banner 120x600

JAKARTA, 12 Maret 2026 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) , Nanik S. Deyang , menyoroti munculnya praktik yang diduga memanfaatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kepentingan bisnis pribadi. Fenomena tersebut disebut muncul seiring tingginya target pelaksanaan program nasional tersebut di berbagai daerah.

crossorigin="anonymous">

Menurut Nanik, dalam implementasinya ditemukan indikasi adanya pihak-pihak yang membangun atau mengelola lebih dari satu dapur layanan MBG melalui berbagai yayasan , sehingga memunculkan istilah yang ia sebut sebagai “yayasan ternak” .

“Karena target MBG yang sangat besar, muncullah yayasan ternak-ternak. Banyak orang yang memiliki lebih dari satu dapur,” ujar Nanik dalam keterangannya.

Ia menilai sebagian pengelola tersebut tidak sepenuhnya lembaga sosial, melainkan pengusaha yang menggunakan yayasan sebagai kedok untuk mengelola dapur MBG .

Program Sosial Berpotensi Disalahgunakan

Nanik menjelaskan bahwa praktik tersebut berpotensi menggeser tujuan utama program MBG yang sejatinya dirancang sebagai program kemanusiaan untuk meningkatkan gizi masyarakat , khususnya bagi anak sekolah, ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya .

Menurutnya, ketika program sosial mulai diperlakukan sebagai model bisnis , maka kualitas pelayanan serta komitmen terhadap standar fasilitas dapat terdampak.

Ia mencontohkan bahwa dalam beberapa kasus, pengelola dapur MBG sulit memenuhi permintaan pengadaan fasilitas tambahan maupun penempatan peralatan yang rusak , padahal hal tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas operasional dapur.

“Akibat MBG dijadikan bisnis, pihak pengelola dapur sangat sulit ketika diminta menyediakan fasilitas atau mengganti alat yang rusak,” jelasnya.

BGN Tegaskan MBG Bukan Program Komersial

Nanik menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukanlah program komersial , melainkan kebijakan negara yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan generasi mendatang .

Oleh karena itu, ia mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program agar tetap memegang prinsip transparansi, integritas, dan orientasi sosial .

“MBG bukan bisnis. Ini adalah program kemanusiaan,” tegasnya.

BGN juga menegaskan akan memperkuat pengawasan serta evaluasi terhadap pengelolaan dapur MBG , guna memastikan program tersebut berjalan sesuai dengan tujuan awal dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0