Jakarta, 28 Februari 2026 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Dr. Agus Suryonugroho, SH, M.Hum. , menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat 2026 tidak hanya bergantung pada pengaturan arus kendaraan, tetapi juga pada kolaborasi lintas sektor dalam menjaga momentum Ramadhan dan Idulfitri agar berlangsung aman serta kondusif.
Menurutnya, Operasi Ketupat merupakan agenda nasional tahunan yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran. Polri, kata dia, berkomitmen untuk hadir secara maksimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Mengusung tagline “Mudik Aman, Masyarakat Bahagia” , berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari. Pengamanan dan pengaturan tidak hanya terfokus pada jalur tol dan arteri, tetapi juga mencakup pelabuhan, terminal, stasiun, bandara, tempat ibadah, hingga destinasi wisata yang diperkirakan mengalami peningkatan kunjungan.
Kakorlantas menjelaskan bahwa sejumlah skema rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi penghentian volume kendaraan, di antaranya penerapan contraflow, sistem satu arah (satu arah), serta pengoperasian tol fungsional pada ruas tertentu sesuai kebutuhan dan situasi di lapangan.
Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berlangsung pada tanggal 13 hingga 26 Maret 2026 . Selain itu, akan diberlakukan kebijakan pendukung seperti work fromwhere (WFA) dan pengamanan operasional kendaraan yang bertujuan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas.
Irjen Pol. Agus menekankan bahwa sinergi antara Polri, Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, TNI, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penentu keberhasilan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Dengan koordinasi yang solid dan perencanaan yang matang, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan optimal serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
[RED]













