Kepala Desa Mulyasari Ajukan Pembangunan Embung Rp5–6 Miliar untuk Atasi Banjir Tahunan di Pamanukan

banner 120x600

Subang, 21 Februari 2026 — RESKRIMPOLDA.NEWS

Kepala Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Hasanuddin Masawi, S.Pd.I., secara resmi mengajukan usulan pembangunan embung air kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Subang sebagai solusi strategis dan jangka panjang untuk mengatasi banjir tahunan yang terus meluas di wilayah Kecamatan Pamanukan.

crossorigin="anonymous">

Audiensi tersebut diterima oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang dan dihadiri perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Subang sebagai instansi teknis yang membidangi infrastruktur dan pengelolaan sumber daya air.

Dalam forum tersebut, Hasanuddin menegaskan bahwa persoalan banjir di Pamanukan semakin kompleks. Jika sebelumnya hanya terjadi di beberapa titik, kini hampir seluruh desa di Kecamatan Pamanukan terdampak banjir setiap musim penghujan.

“Dampaknya bukan hanya merendam permukiman warga, tetapi juga merusak lahan pertanian serta menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. Ini sudah menjadi persoalan serius yang membutuhkan langkah konkret,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen dan keseriusan, Pemerintah Desa Mulyasari siap menyediakan lahan sawah kas desa seluas kurang lebih 1,2 hektare di area persawahan Dok-Dok sebagai lokasi pembangunan embung.

Ia menyebutkan, estimasi anggaran pembangunan embung tersebut berkisar antara Rp5 miliar hingga Rp6 miliar.

“Pertanyaannya, apakah pemerintah daerah sanggup atau tidak menganggarkan pembangunan embung ini? Karena kebutuhan ini sangat mendesak bagi masyarakat,” tegasnya dalam audiensi.

Tidak hanya menyediakan lahan, Pemerintah Desa Mulyasari juga menyatakan kesiapan mendukung pembiayaan melalui dana kas desa sebagai bentuk sinergi dan gotong royong pembangunan antara pemerintah desa dan pemerintah daerah.

Audiensi tersebut turut dihadiri seluruh kepala desa se-Kecamatan Pamanukan yang secara kompak menyuarakan perlunya solusi terintegrasi dalam penanganan banjir, mengingat dampaknya dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Sebagai informasi, pembangunan embung juga direncanakan di Desa Rancahilir untuk mengantisipasi luapan Sungai Cigadung, sementara embung di Desa Mulyasari difokuskan untuk mengendalikan luapan Sungai Kalensema.

Pihak DPRD Kabupaten Subang bersama perwakilan PUPR menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui kajian teknis mendalam serta pembahasan anggaran guna menentukan langkah strategis dalam pengendalian banjir di wilayah Pamanukan.

Para kepala desa berharap kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, legislatif, serta instansi teknis dapat segera menghasilkan keputusan nyata demi keselamatan, ketahanan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat Pamanukan.

[RED – TH]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0