Pangandaran, 8 Februari — RESKRIMPOLDA.NEWS
Dalam rangka menjamin keamanan, keselamatan, serta kelancaran arus mudik dan aktivitas pariwisata masyarakat, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah hukum Polres Pangandaran pada Jumat (6/2/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengecek secara langsung kesiapan jalur lalu lintas beserta sarana dan prasarana pendukung menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Kegiatan pengecekan ini bertujuan memastikan bahwa seluruh aspek pengamanan dan pelayanan telah siap guna memberikan rasa aman, nyaman, serta kelancaran bagi masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik Idul Fitri maupun berwisata ke kawasan Pangandaran yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.
Didampingi para Pejabat Utama Polda Jawa Barat dan Kapolres Pangandaran, Kapolda Jabar meninjau sejumlah titik strategis dan krusial, mulai dari jalur perbatasan Tasikmalaya–Pangandaran, perbatasan Provinsi Jawa Tengah–Jawa Barat, hingga jalur utama yang mengarah ke kawasan wisata Pantai Pangandaran. Peninjauan dilakukan untuk memetakan potensi kerawanan, baik kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas, yang kerap terjadi saat meningkatnya volume kendaraan.
Kapolda Jabar menegaskan bahwa wilayah Pangandaran memiliki karakteristik khusus karena berfungsi sebagai jalur selatan mudik sekaligus tujuan wisata nasional. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan dan pengelolaan lalu lintas yang matang serta terintegrasi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
Selain memeriksa kondisi fisik jalan, kelengkapan rambu lalu lintas, serta kesiapan Pos Pengamanan dan Pos Terpadu, Kapolda Jabar juga menginstruksikan jajaran Polres Pangandaran untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Kerja sama dengan TNI, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta unsur tenaga kesehatan dinilai sangat penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Kapolda Jabar turut menekankan pentingnya penerapan pendekatan humanis dalam pengaturan lalu lintas, disertai kesiapan penerapan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan pada puncak arus mudik dan arus balik. Dengan dilaksanakannya pengecekan secara dini ini, diharapkan seluruh potensi kendala dapat diidentifikasi dan diantisipasi sejak awal, sehingga Operasi Ketupat Lodaya 2026 dapat berjalan secara optimal demi terwujudnya mudik yang aman, nyaman, lancar, dan berkesan di wilayah Jawa Barat.
[RED]













