Indramayu, 2 September 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Masyarakat Kabupaten Indramayu diguncang oleh peristiwa mengejutkan yang menyerupai tragedi pembantaian massal. Sebanyak lima orang anggota keluarga ditemukan tewas terkubur di sebuah rumah yang berlokasi di Jalan Siliwangi, Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, Senin malam (01/09/2025).
Dari hasil identifikasi awal kepolisian, kelima korban yang ditemukan meninggal dunia adalah:
- H. Sachroni (72 tahun) – Kakek, sekaligus pemilik rumah.
- Budi – Anak kandung Sachroni.
- Euis – Istri dari Budi (menantu Sachroni).
- Ratu (8 tahun) – Putri dari Budi dan Euis.
- Bella (7 bulan) – Bayi perempuan, cucu bungsu Sachroni.
Menurut keterangan sejumlah warga sekitar, korban H. Sachroni terakhir kali terlihat empat hari lalu. Warga mulai curiga lantaran pria yang dikenal rajin melaksanakan shalat berjamaah di masjid itu mendadak tak pernah terlihat keluar rumah. Ketiadaan aktivitas ini kemudian menimbulkan tanda tanya besar di lingkungan sekitar, hingga akhirnya terkuak peristiwa tragis ini.
Petugas gabungan dari Satreskrim Polres Indramayu, Unit Inafis, serta Tim Identifikasi diterjunkan untuk mengevakuasi jasad para korban. Dengan penuh kehati-hatian, jenazah dikeluarkan satu per satu dari dalam rumah menggunakan kantong mayat berwarna oranye, kemudian dibawa ke RSUD Indramayu untuk dilakukan autopsi forensik.
Dalam proses evakuasi, polisi menggunakan alat pelindung diri (APD) serta sarung tangan medis demi menjaga keutuhan barang bukti dan memastikan olah TKP berlangsung sesuai dengan standar prosedur.
Kapolres Indramayu menegaskan bahwa kasus ini bukanlah kematian wajar, melainkan memiliki indikasi kuat sebagai tindak pidana pembunuhan berencana. Saat ini, pihak kepolisian telah membentuk tim khusus gabungan, yang terdiri dari unsur Reskrim, Intelijen, serta dukungan Polda Jawa Barat untuk mengungkap motif dan pelaku.
“Ini peristiwa serius dengan banyak kejanggalan. Polri berkomitmen menyingkap kasus ini secara transparan dan setuntas-tuntasnya,” tegas pejabat kepolisian dalam keterangan persnya.
Informasi yang dihimpun sementara menyebutkan, korban bernama Budi merupakan anak tunggal dari H. Sachroni. Namun, motif di balik peristiwa yang merenggut nyawa seluruh penghuni rumah tersebut masih menjadi misteri dan tengah didalami aparat penyidik.
Peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat sekitar. Rumah yang selama ini tampak normal ternyata menyimpan tragedi kelam dengan ditemukannya kuburan keluarga di dalamnya. Warga berharap agar pihak kepolisian segera menemukan titik terang dan menegakkan keadilan bagi para korban.
Polisi memastikan seluruh korban akan menjalani autopsi lanjutan untuk memastikan penyebab kematian, termasuk kemungkinan adanya unsur kekerasan fisik, racun, atau skenario pembunuhan berencana. Saat ini, garis polisi telah dipasang ketat di sekitar lokasi guna mengamankan TKP dan mencegah pihak luar mengganggu jalannya penyelidikan.
[RED]













