DUKUNGAN POSYANDU BERUJUNG PETAKA — 56 WARGA DIDUGA ALAMI KERACUNAN USAI KONSUMSI HIDANGAN SOTO, POLISI AMANKAN SAMPEL

DUKUNGAN POSYANDU BERUJUNG PETAKA — 56 WARGA DIDUGA ALAMI KERACUNAN USAI KONSUMSI HIDANGAN SOTO, POLISI AMANKAN SAMPEL
banner 120x600

Tulungagung, 19 Juni 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS

Sebuah insiden serius terkait dugaan keracunan massal tengah ditangani oleh jajaran aparat kepolisian Polsek Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Sebanyak 56 warga Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan usai menyantap hidangan soto yang disajikan dalam kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Balita, pada Senin, 16 Juni 2025.

crossorigin="anonymous">

Informasi dihimpun menyebutkan bahwa dalam agenda layanan kesehatan anak tersebut, sebanyak 47 balita bersama orang tua masing-masing menerima paket makanan tambahan berupa soto yang disediakan oleh panitia penyelenggara. Total penerima konsumsi mencapai 63 orang, termasuk para pendamping balita.

KAPOLSEK SUMBERGEMPOL: 56 WARGA ALAMI MUAL-MUNTAH, 4 DIRAWAT

Kepala Kepolisian Sektor Sumbergempol, Iptu Mohammad Anshori, dalam keterangan resminya, mengonfirmasi bahwa sebanyak 56 dari 63 orang yang mengonsumsi makanan tersebut menunjukkan indikasi keracunan dengan gejala utama mual, muntah, dan gangguan lambung.

“Dari total 56 yang terdampak, hanya empat warga yang membutuhkan perawatan lanjutan. Dua pasien dirujuk ke RSUD dr. Iskak, dan dua lainnya ditangani di fasilitas kesehatan Kecamatan Boyolangu,” jelas Anshori.

LANGKAH INVESTIGATIF: SISA MAKANAN DISITA, PENYEDIA KONSUMSI AKAN DIPERIKSA

Sebagai langkah awal penegakan hukum dan investigasi lanjutan, pihak kepolisian telah menyita sisa makanan soto yang tersisa di lokasi posyandu, yang bertempat di salah satu kediaman warga. Sampel tersebut kini dalam proses pengiriman ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Surabaya oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, guna mengetahui kandungan zat penyebab keracunan.

“Kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak penyedia konsumsi, untuk mendalami proses pengolahan dan distribusi makanan tersebut,” tambah Anshori.

CAMAT SUMBERGEMPOL: AKAN ADA EVALUASI LEBIH LANJUT DI SELURUH DESA

Di sisi lain, Camat Sumbergempol, Heru Junianto, menyatakan bahwa pihak kecamatan telah mengambil tindakan administratif dengan memanggil Kepala Desa Wonorejo guna meminta klarifikasi lengkap atas peristiwa ini. Heru menegaskan bahwa evaluasi terhadap pemberian makanan tambahan dalam program posyandu akan segera diberlakukan secara menyeluruh di seluruh desa di wilayahnya.

“Kami akan lakukan pendalaman agar kejadian ini tidak terulang. Terutama mengenai pemilihan menu makanan. Kenapa makanan berat seperti soto justru diberikan kepada balita pasca imunisasi dan pemeriksaan?” ujar Heru mempertanyakan.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0