PURWAKARTA, 15 Juni 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Fenomena geologi berupa pergerakan tanah dalam skala besar kembali terjadi di wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kejadian ini berpusat di Kampung Cigintung dan Kampung Sukamulya, yang berada di kawasan Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, dan kini menyita perhatian serius dari instansi kebencanaan serta pihak terkait karena berpotensi mengancam keberlangsungan fungsi Tol Cipularang, salah satu jalur transportasi utama penghubung Jakarta–Bandung.
Pergerakan Tanah Masif dan Dampak Lapangan
Berdasarkan hasil pemantauan langsung yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat bersama tim dari BPBD Kabupaten Purwakarta pada Sabtu pagi (14/6/2025), pergerakan tanah di dua kampung tersebut masih berlangsung secara aktif dan signifikan. Fenomena ini telah menyebabkan kerusakan struktural pada sejumlah bangunan tempat tinggal warga, termasuk beberapa rumah yang roboh total, serta mengganggu akses jalan lokal yang biasa digunakan masyarakat sebagai jalur penghubung antarwilayah.
Mobilitas warga menjadi sangat terbatas, sementara warga terdampak dievakuasi ke lokasi yang dinilai aman oleh aparat gabungan TNI-Polri dan relawan bencana.
Ancaman Serius terhadap Tol Cipularang
Kepala BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, menyampaikan bahwa situasi di lapangan sangat dinamis dan penuh potensi bahaya. Ia menjelaskan bahwa jarak episentrum pergerakan tanah dengan jalur Tol Cipularang hanya sekitar satu kilometer, dan jika aktivitas tanah tidak segera tertangani dengan langkah mitigasi cepat, dampaknya dapat menjalar hingga ke badan tol.
“Tol Cipularang adalah infrastruktur strategis nasional yang menopang arus logistik dan mobilitas warga. Ancaman geologi dari bawah tanah ini bukan hanya berdampak pada penduduk lokal, tapi juga terhadap konektivitas antarprovinsi,” tegas Teten kepada awak media.
Koordinasi Intensif dan Strategi Penanggulangan
Tim teknis gabungan dari BPBD, Dinas PUPR, dan Badan Geologi telah dikerahkan untuk melakukan kajian geoteknik lanjutan, sekaligus menyusun skema penanggulangan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Pemantauan visual dan instrumental terus dilakukan guna memetakan zona rawan longsor dan memprediksi pergeseran tanah selanjutnya.
Sementara itu, pihak pengelola tol Cipularang juga telah diinformasikan mengenai perkembangan situasi terkini dan tengah menyusun langkah antisipatif, termasuk kemungkinan pengalihan jalur darurat jika situasi memburuk.
[RED]













