JAKARTA, 10 Juni 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Pada awal bulan Juni 2025, arus dana global menunjukkan kecenderungan keluar dari pasar keuangan nasional. Berdasarkan catatan resmi otoritas moneter, terjadi penarikan bersih (net outflow) dana lintas negara sebesar Rp4,48 triliun.
Kapital internasional tercatat angkat kaki dari bursa saham domestik serta instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Meskipun demikian, masih terdapat aliran dana masuk ke dalam instrumen Surat Berharga Negara (SBN), mencerminkan selektivitas investor asing terhadap jenis aset.
Bank Indonesia (BI) menginformasikan bahwa meskipun terdapat tekanan dari sisi modal keluar, terdapat sinyal positif dari sisi ketahanan eksternal. Indikator premi risiko investasi, yaitu Credit Default Swap (CDS) untuk tenor lima tahun, menunjukkan penurunan, menandakan persepsi risiko terhadap Indonesia yang membaik.
Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah sempat mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat, menyentuh level Rp16.250 per USD, menunjukkan adanya perbaikan sentimen pasar terhadap mata uang domestik.
Merespons dinamika tersebut, Bank Sentral terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan para pemangku kepentingan terkait, sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan eksternal serta menstabilkan sektor keuangan nasional di tengah gejolak global yang masih berlangsung.
[RED]













