google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Gatot Nurmantyo Marahi Hercules: Polemik Sindiran ke Purnawirawan dan Revisi UU Ormas

banner 120x600

Reskrimpolda.news – Jakarta, 01 Mei 2025 – Ketegangan memanas antara mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rozario Marshal, usai pernyataan kontroversial yang dinilai melecehkan purnawirawan. Insiden ini berawal dari kritik Hercules terhadap tuntutan Forum Purnawirawan TNI-Polri yang meminta pencopotan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hercules, dalam sebuah kesempatan, menyindir dengan nada tinggi: “Katanya mau kudeta presiden, kepala kamu saya kudeta!” Ia menegaskan Gibran dan Prabowo Subianto tak bisa dimakzulkan karena mandat rakyat. Tak hanya itu, pria bernama lengkap Rosario de Marshal ini juga geram dengan dukungan mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, terhadap revisi UU Ormas yang diusung Mendagri Tito Karnavian. Sutiyoso sebelumnya menyoroti perilaku ormas yang “berpakaian mirip tentara” dan kerap bertindak layaknya preman.

crossorigin="anonymous">

“Mulutmu sudah bau tanah. Gak usah nyinggung-nyinggung kita!” balas Hercules, menyebut Sutiyoso tak perlu ikut campur. Pernyataan ini memantik reaksi keras Gatot Nurmantyo. Dalam diskusi bersama sejumlah tokoh, Gatot melabrak Hercules dengan nada tinggi: “Ingat kau dulu, kok ngomong seenaknya? Tidak sopan, sudah jadi raja kau?” Mantan Panglima TNI itu bahkan menyebut Hercules sebagai “preman berjas ormas” dan menantangnya membuktikan diri sebagai pejuang rakyat.

Gatot juga menyoroti insiden kekerasan terhadap polisi di Depok sebagai bentuk pelecehan hukum. “Polisi alat negara. Ketika mau menangkap dilawan, dikepung. Negara apa ini?” tegasnya. Ia mengingatkan jasa purnawirawan seperti Sutiyoso dan dirinya yang “berdarah-darah” membela bangsa, sambil memperingatkan bahaya jika negara dikuasai preman.

Sutiyoso sendiri, dalam wawancara di tvOne (27/4), mengaku pengalaman pahit selama 11 tahun berurusan dengan ormas yang kerap memalak di tempat hiburan. “Saya mendukung revisi UU Ormas, termasuk soal seragam yang tak boleh mirip tentara,” tegas Bang Yos, sapaan karibnya.

Polemik ini menguak dua persoalan: perdebatan etika dalam kritik publik terhadap otoritas, serta wacana penguatan regulasi ormas yang masih alot. Gatot menutup dengan pesan keras: “Jika negara dikuasai preman, kehancuran tak terelakkan.” Hercules? Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban balik.

(Red/Hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0