Reskrimpolda.news – Myanmar, 29 Maret 2025 – Gempa bumi dahsyat telah mengguncang Myanmar pada hari Jumat, memperparah krisis kemanusiaan di negara yang sudah dilanda konflik ini. Menurut laporan terbaru, jumlah korban tewas kini mencapai 144 orang, dengan lebih dari 700 lainnya mengalami cedera. Pemimpin junta Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, merespons situasi darurat ini dengan mengajukan permohonan bantuan internasional, menyoroti perlunya dukungan luar negeri dalam menghadapi bencana ini.
Pusat gempa berlokasi di daerah Sagaing, sekitar 70 kilometer dari Mandalay, dengan magnitudo mencapai 7,7. Gempa pertama ini diikuti oleh gempa susulan berkekuatan 6,4 hanya dalam waktu 12 menit. Kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa ini sangat signifikan, mempengaruhi infrastruktur dan menyebabkan terjadinya runtuhnya bangunan, termasuk gedung pencakar langit di Bangkok, Thailand, yang mengakibatkan sedikitnya enam orang tewas dan sejumlah lainnya dilaporkan hilang.
Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Min Aung Hlaing memperingatkan bahwa jumlah korban mungkin akan terus meningkat seiring dengan berlanjutnya upaya pencarian dan penyelamatan di wilayah-wilayah yang terkena dampak. Dia menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam upaya pemulihan dan penanganan krisis di Myanmar, sebuah langkah yang mungkin tidak biasa bagi seorang pemimpin militer yang biasanya skeptis terhadap intervensi asing.
Bencana ini memberikan gambaran yang jelas mengenai rentannya masyarakat Myanmar dan tantangan yang dihadapi negara tersebut dalam menghadapi bencana alam. Dengan situasi politik yang tidak stabil dan banyak wilayah yang sulit dijangkau, bantuan internasional menjadi semakin penting untuk menyediakan dukungan yang diperlukan bagi korban.
(RED)













