Sumedang, 15 Juni 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS
Aparat kepolisian dari Polres Sumedang mengamankan sedikitnya 15 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diduga kuat terlibat dalam bentrokan antarpelajar yang terjadi pada Kamis malam (12/6) di kawasan Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.
Peristiwa kekerasan tersebut melibatkan kelompok pelajar dari dua institusi pendidikan, yakni SMK Yayasan Prabu Geusan Ulun Sumedang dan SMK BPI Cileunyi, Kabupaten Bandung. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa kedua kubu telah merancang pertemuan untuk bentrokan melalui komunikasi yang difasilitasi oleh media sosial, yang diduga dilakukan secara terencana.
Aksi tawuran tersebut berlangsung dengan menggunakan senjata tajam, dan menyebabkan dua korban mengalami luka berat. Korban pertama mengalami luka di bagian tangan dan perut, sedangkan korban kedua mengalami luka tebasan di bagian punggung. Keduanya saat ini tengah mendapatkan perawatan medis intensif di dua fasilitas kesehatan terpisah, yakni RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang dan rumah sakit di wilayah Ujungberung, Kota Bandung.
Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan, melalui pernyataan resminya, mengonfirmasi penangkapan para pelajar yang terlibat serta menyatakan bahwa kasus ini sedang ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim). Polisi juga tengah mendalami dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk kemungkinan adanya provokator atau pihak eksternal yang memicu aksi kekerasan ini.
Barang bukti yang telah diamankan di antaranya adalah senjata tajam berbagai jenis, pakaian berseragam sekolah yang berlumuran darah, serta ponsel pintar yang digunakan untuk berkomunikasi dan merencanakan aksi tawuran tersebut.
“Kami akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam tindakan kekerasan pelajar. Kami juga akan menggandeng pihak sekolah dan orang tua dalam penanganan lanjutan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas AKBP Indra.
[RED]













