Puluhan Warga Desa Pandan Desak Kepastian Sambungan Air Bersih PDAM, Pertanyakan Realisasi Kesepakatan dengan Pemdes

Puluhan Warga Desa Pandan Desak Kepastian Sambungan Air Bersih PDAM, Pertanyakan Realisasi Kesepakatan dengan Pemdes
banner 120x600

PAMEKASAN, 13 Juni 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Puluhan warga dari berbagai dusun di Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, mendatangi kantor balai desa pada Kamis, 12 Juni 2025, guna menuntut kejelasan terkait penyambungan instalasi jaringan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jaya. Aksi warga ini dilatarbelakangi oleh belum terealisasinya pemasangan sambungan baru, meskipun mereka mengaku telah melakukan pembayaran secara bertahap melalui mekanisme cicilan yang dikoordinasi oleh pemerintah desa (pemdes) setempat.

crossorigin="anonymous">

Salah satu warga, Erlianto, menyampaikan bahwa sebelumnya telah dilakukan rapat koordinasi antara warga dan Kepala Desa Pandan, di mana disepakati bahwa calon pelanggan baru PDAM dapat mendaftar dan membayar biaya penyambungan secara mencicil melalui kepala dusun masing-masing. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan kapan air akan benar-benar tersambung ke rumah warga.

“Kami sudah lebih dari dua bulan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau. Kami dijanjikan akan segera mendapatkan sambungan dari PDAM setelah pembayaran dilakukan, tapi hingga kini tidak ada tindak lanjut,” ujar Erlianto kepada awak media.

Masalah ketersediaan air ini terutama dirasakan oleh warga dari empat dusun, yakni Dusun Plasak, Dusun Pandan, Dusun Capak Laok, dan Dusun Capak Barat, yang setiap tahun mengalami krisis air saat musim kemarau. Meskipun telah ada program sambungan air bersih dari PDAM, tidak semua warga memperoleh akses layanan, sehingga memunculkan kesenjangan dan ketidakpuasan di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PDAM Tirta Jaya Pamekasan, Samsul Arifin, membenarkan bahwa pihaknya memang telah menerima permintaan dari Pemdes Pandan terkait pemasangan jaringan baru untuk sejumlah pelanggan. Ia menjelaskan bahwa biaya dasar pemasangan sambungan baru adalah sebesar Rp1.089.000, di luar biaya tambahan untuk aksesori dan koneksi instalasi, yang dapat mencapai Rp2 juta tergantung kebutuhan lapangan.

“Memang ada beberapa komponen tambahan yang diperlukan dalam pemasangan di Desa Pandan, dan saat ini sebagian calon pelanggan sudah membayar uang muka (DP). Kami masih menunggu finalisasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk bisa menjadwalkan pemasangan secara bertahap,” terang Samsul.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah desa belum memberikan pernyataan resmi kepada warga mengenai tindak lanjut kesepakatan tersebut. Warga berharap agar transparansi dan percepatan realisasi program penyambungan air bersih segera dilakukan, mengingat kebutuhan air merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda.

PDAM Tirta Jaya dan Pemdes Pandan diimbau untuk segera menyelesaikan koordinasi teknis dan memastikan tidak ada praktik pungutan liar ataupun penyelewengan dana masyarakat dalam proses pengadaan sambungan air bersih ini.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0