Lebanon Selatan, 2 April 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Situasi keamanan di wilayah misi perdamaian kembali menjadi perhatian setelah beredar informasi terkait dugaan penyerbuan markas Kompi UNIFIL Indonesia (UNP 9-15) oleh pasukan Israel pada 1 April 2026.
Dalam laporan awal yang beredar, disebutkan bahwa pasukan Israel memasuki area markas dan mengibarkan bendera Israel di lokasi tersebut. Insiden ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan personel pasukan perdamaian serta stabilitas kawasan yang berada di bawah pengawasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari pihak TNI, Kementerian Pertahanan, maupun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait kronologi lengkap serta kebenaran informasi tersebut.
Misi UNIFIL sendiri merupakan operasi penjaga perdamaian PBB yang bertugas menjaga stabilitas di wilayah perbatasan Lebanon–Israel. Kontingen Indonesia yang tergabung dalam misi ini dikenal aktif menjalankan tugas pengamanan, patroli, serta kegiatan kemanusiaan di wilayah konflik.
Pengamat menilai, apabila informasi tersebut terkonfirmasi, insiden ini berpotensi menjadi pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip misi perdamaian internasional yang seharusnya dihormati oleh semua pihak.
Saat ini, publik masih menantikan klarifikasi resmi dari otoritas terkait guna memastikan fakta di lapangan serta langkah yang akan diambil dalam merespons insiden tersebut.
[RED]













