google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Operasi Militer di Jalisco Tewaskan Tokoh Kartel CJNG “El Mencho”, Presiden Meksiko Klaim Situasi Mulai Terkendali Meski Sempat Terjadi Kerusuhan

banner 120x600

MEKSIKO, 22 Februari 2026 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Pemerintah Meksiko menyatakan situasi keamanan di sebagian besar wilayah negara itu mulai kembali normal setelah operasi militer yang berakhir pada terbunuhnya pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho.” Peristiwa sebelumnya memicu dan mengganggu keamanan di sejumlah negara bagian.

crossorigin="anonymous">

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum , menegaskan bahwa pemerintah pusat telah melakukan koordinasi penuh dengan seluruh pemerintah negara bagian guna menjaga stabilitas pascaoperasi.

“Kita harus tetap mendapatkan informasi dan tetap tenang,” tulis Sheinbaum melalui akun X resminya.

Ia mengakui bahwa operasi militer tersebut sempat memicu hal-hal serius, termasuk pemblokiran jalan, pembakaran kendaraan, serta bentrokan senjata di beberapa wilayah. Namun, pemerintah, kata dia, terus bekerja untuk memulihkan keamanan dan kenyamanan.

“Kami bekerja setiap hari untuk perdamaian, keamanan, keadilan, dan kesejahteraan Meksiko,” ujarnya.

Operasi Khusus di Basis Kartel

Menurut keterangan Kementerian Pertahanan Meksiko yang dikutip Anadolu, Senin (23/2/2026), pasukan khusus melaksanakan operasi di Tapalpa, Negara Bagian Jalisco , yang dikenal sebagai salah satu basis utama CJNG. Operasi yang awalnya bertujuan untuk menangkap berubah menjadi senjata tajam setelah personel militer diserang.

“Selama operasi ini, personel militer Meksiko diserang. Untuk menjaga keselamatan fisik, mereka berhasil memukul mundur agresi tersebut,” demikian pernyataan resmi menteri.

Dalam baku tembak tersebut, empat anggota kartel tewas di lokasi , sementara tiga lainnya meninggal dunia akibat luka berat saat dievakuasi melalui jalur udara menuju Mexico City. Otoritas masih melakukan uji forensik guna memastikan identitas para korban secara resmi.

Selain itu, militer juga menangkap dua anggota kartel , serta menyita sejumlah perlengkapan taktis, termasuk kendaraan lapis baja dan peluncur roket yang dilaporkan memiliki kemampuan menjatuhkan pesawat.

Dampak Keamanan dan Reaksi Daerah

Kematian El Mencho dilaporkan memicu reaksi keras dari jaringan kartel, dengan aksi kekerasan yang terjadi di beberapa wilayah. Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro , bahkan menetapkan peringatan merah serta membatalkan kegiatan belajar tatap muka di sekolah-sekolah pada Senin sebagai langkah antisipasi.

Di bawah kepemimpinan Presiden Sheinbaum, pemerintah Meksiko disebut tengah menjalankan operasi pemberantasan kartel paling agresif dalam lebih dari satu dekade . Tewasnya El Mencho dipandang sebagai pencapaian signifikan dalam perang melawan kejahatan terorganisasi, sekaligus berpotensi meredakan tekanan internasional, termasuk dari Amerika Serikat.

Meski demikian, sejumlah analis keamanan menilai kartel narkotika di Meksiko memiliki struktur yang kuat, sumber daya besar, serta jaringan luas yang membuat mereka sulit diberantas sepenuhnya. Sejarah menunjukkan bahwa ketika satu kartel melemah, kelompok lain kerap muncul atau justru semakin menguat.

Perkembangan situasi keamanan di Meksiko pascaoperasi tersebut masih terus diawasi, sementara pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nasional dan melanjutkan upaya penegakan hukum terhadap jaringan kriminal bersenjata.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0