Kudus, 31 Januari 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Peristiwa dugaan keracunan makanan dilaporkan terjadi di SMA Negeri 2 Kudus , Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (29/1/2026) . Kejadian tersebut mengakibatkan sebanyak 118 siswa mengalami gangguan kesehatan dan harus mendapatkan penanganan medis setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh pihak penyedia jasa atau vendor.
Peristiwa tersebut bermula ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung normal sebagaimana hari-hari sebelumnya. Namun, tidak berselang lama setelah makanan program MBG didistribusikan dan dikonsumsi, sejumlah peserta didik mulai merasakan keluhan kesehatan berupa mual, pusing, muntah, serta kondisi tubuh yang melemah . Jumlah siswa yang mengalami gejala tersebut terus bertambah dalam waktu singkat, sehingga pihak sekolah segera mengambil langkah cepat dengan melakukan koordinasi bersama tenaga medis, dinas kesehatan, serta instansi terkait .
Sebagai bentuk respons darurat, puluhan unit ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi siswa ke beberapa fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Kudus. Proses evakuasi dan penanganan medis dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan terukur guna memastikan seluruh siswa terdampak memperoleh perawatan yang memadai.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun, jumlah siswa yang terdampak mencapai 118 orang dengan tingkat keluhan kesehatan yang bervariasi. Seluruh korban dilaporkan dalam keadaan sadar dan saat ini masih menjalani observasi serta perawatan lanjutan oleh tenaga medis untuk memastikan tidak terjadi komplikasi lebih lanjut akibat kejadian tersebut.
Pihak penyedia atau vendor Program Makan Bergizi Gratis telah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa para siswa dan menyatakan komitmen untuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum serta instansi yang berwenang dalam proses pemeriksaan dan evaluasi. Sejumlah sampel makanan yang diduga menyebabkan penyebab keracunan telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan dan uji laboratorium , guna memastikan sumber dan penyebab kejadian secara ilmiah.
Sementara itu, aparat kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman dan penyelidikan guna mengetahui ada atau tidaknya unsur kejahatan, pelanggaran standar keamanan pangan, maupun tindakan melawan hukum dalam proses pengadaan, pengolahan, dan pendistribusian makanan Program MBG tersebut.
Pihak sekolah menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik merupakan prioritas utama. Manajemen sekolah juga memastikan adanya koordinasi intensif dengan orang tua siswa, tenaga medis, serta pihak terkait hingga siswa seluruh terdampak dinyatakan tercapai sepenuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SMA Negeri 2 Kudus masih terus berlangsung.
[RED]













