China Perketat Ekspor Perak Mulai 2026, Ancaman Krisis Pasokan Global Kian Nyata

banner 120x600

Beijing, 2 Januari 2026 — RESKRIMPOLDA.NEWS

Pemerintah China secara resmi akan memberlakukan kebijakan pengetatan ekspor perak mulai tahun 2026, seiring dengan peningkatan status komoditas tersebut menjadi material strategis nasional. Kebijakan ini berpotensi menimbulkan dampak signifikan terhadap stabilitas pasokan dan harga perak di pasar internasional.

crossorigin="anonymous">

China bukan sekadar produsen biasa dalam rantai pasok perak dunia. Negara tersebut saat ini menguasai sekitar 60 hingga 70 persen kapasitas pemurnian serta ekspor perak global, menjadikannya aktor dominan dalam perdagangan komoditas logam mulia tersebut. Dengan posisi strategis tersebut, kebijakan pembatasan ekspor yang diterapkan Beijing diperkirakan akan langsung memicu kelangkaan pasokan di tingkat global.

Perak memiliki peran krusial dalam berbagai sektor industri berteknologi tinggi. Logam ini merupakan bahan baku utama dalam industri panel surya, kendaraan listrik, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga industri pertahanan dan militer. Gangguan pasokan perak dikhawatirkan akan menghambat rantai produksi berbagai industri strategis tersebut.

Kekhawatiran global turut disuarakan oleh sejumlah tokoh industri. Elon Musk, pendiri Tesla dan SpaceX, secara terbuka menyampaikan bahwa perak merupakan komponen vital dalam proses manufaktur modern, khususnya untuk teknologi energi bersih dan perangkat elektronik berpresisi tinggi.

Seiring dengan wacana pengetatan ekspor tersebut, harga perak di pasar internasional telah menunjukkan lonjakan signifikan. Dalam beberapa waktu terakhir, harga perak dilaporkan sempat menembus level USD 72 per troy ounce, mencerminkan tingginya kekhawatiran pasar terhadap pasokan masa depan.

Sejumlah analis komoditas memperingatkan, apabila kebijakan pembatasan ekspor China semakin diperketat dan tidak diimbangi dengan peningkatan produksi dari negara lain, harga perak berpotensi menembus USD 100 per troy ounce. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu krisis pasokan perak global pada tahun 2026, dengan dampak luas terhadap stabilitas industri dan perekonomian dunia.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0