google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Operasi Ilegal Dokter Gadungan di India Tewaskan Pasien, Pelaku Diduga Mabuk dan Belajar dari YouTube

banner 120x600

Uttar Pradesh, India, 13 Desember 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Seorang perempuan bernama Munisha Rawat meninggal dunia secara tragis setelah menjalani prosedur operasi di sebuah klinik ilegal di wilayah Barabanki, Negara Bagian Uttar Pradesh, India. Kasus ini mengungkap praktik medis berbahaya yang dilakukan oleh dokter gadungan, yang diduga melakukan tindakan operasi tanpa kompetensi medis, dalam kondisi mabuk, serta berbekal panduan video dari YouTube.

crossorigin="anonymous">

Peristiwa bermula pada 5 Desember 2025, saat Munisha Rawat mengalami nyeri perut hebat. Sang suami, Fateh Bahadur, kemudian membawa korban ke sebuah klinik bernama Shri Damodar Aushadhalaya, yang belakangan diketahui tidak memiliki izin operasional resmi. Klinik tersebut dikelola oleh dua pria bernama Gyan Prakash Mishra dan Vivek Mishra.

Di klinik tersebut, Gyan Prakash Mishra mengaku sebagai tenaga medis dan mendiagnosis korban menderita batu ginjal. Tanpa pemeriksaan medis yang memadai dan tanpa rujukan ke fasilitas kesehatan resmi, Gyan langsung menyarankan agar korban menjalani operasi.

Biaya awal tindakan operasi dipatok sebesar Rs 25.000 atau sekitar Rp4,6 juta. Setelah proses tawar-menawar, biaya tersebut disepakati menjadi Rs 20.000 atau setara Rp3,6 juta. Operasi kemudian dijadwalkan dan dilaksanakan keesokan harinya di klinik tersebut.

Namun, tindakan medis itu justru berujung petaka. Berdasarkan keterangan keluarga korban dan hasil awal penyelidikan, Gyan Prakash Mishra diduga melakukan sejumlah kesalahan fatal saat operasi berlangsung. Pelaku disebut-sebut memotong saraf secara keliru dan melukai organ vital korban. Lebih mengerikan, tindakan medis tersebut diduga dilakukan sambil menonton video tutorial dari YouTube dan dalam kondisi terpengaruh alkohol.

Kondisi Munisha Rawat memburuk drastis setelah operasi. Ia mengalami komplikasi berat dan akhirnya meninggal dunia sehari setelah tindakan bedah tersebut dilakukan.

Usai kejadian, kedua pengelola klinik, Gyan Prakash Mishra dan Vivek Mishra, langsung melarikan diri dan menutup klinik untuk menghindari pertanggungjawaban hukum. Merasa ada kejanggalan dan unsur kelalaian berat, Fateh Bahadur kemudian melaporkan kematian istrinya ke pihak kepolisian setempat.

Pihak kepolisian Barabanki telah membuka penyelidikan dan memburu kedua terduga pelaku. Kasus ini memicu keprihatinan luas di India, sekaligus menjadi sorotan tajam terhadap maraknya praktik klinik ilegal dan dokter gadungan yang membahayakan keselamatan masyarakat.

Aparat penegak hukum setempat menegaskan akan menindak tegas pelaku praktik medis ilegal serta menelusuri kemungkinan adanya korban lain, guna mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0