Bandung, 17 November 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Sepuluh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung mencatat pencapaian inovatif dengan berhasil merakit motor sport bertenaga hidrogen yang sepenuhnya bebas emisi. Prototipe yang diberi nama FCEV Jawara itu diperkenalkan dalam pameran inovasi pendidikan kejuruan di lingkungan kampus UPI dan langsung menarik perhatian masyarakat serta pemerhati teknologi ramah lingkungan.
Motor berbasis Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) ini bekerja dengan mengubah hidrogen menjadi energi listrik melalui sel bahan bakar (fuel cell), sehingga menghasilkan energi bersih dan hanya mengeluarkan uap air sebagai emisi.
80 Persen Komponen Buatan Lokal
Dalam proses perakitannya, tim mahasiswa UPI memastikan bahwa sekitar 80 persen komponen motor adalah hasil produksi dalam negeri. Komponen yang masih diimpor hanyalah sel bahan bakar , mengingat belum tersedia pabrikan lokal yang menghasilkan perangkat tersebut.
Upaya ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa Indonesia memiliki kapasitas mengembangkan teknologi kendaraan masa depan yang kompetitif.
Performa Tinggi: Jarak 428 Km & Kecepatan 80 Km/Jam
FCEV Jawara dibangun dengan spesifikasi performa yang mengesankan untuk sebuah prototipe penelitian:
- Jarak tempuh maksimum: 428 km
- Kapasitas hidrogen: 2 liter
- Kecepatan maksimum: 80 km/jam
- Sistem rem regeneratif: mengubah energi pengereman menjadi cadangan daya
Penggunaan sistem pengereman regeneratif ini meningkatkan efisiensi energi sekaligus memperpanjang usia penggunaan baterai pendukung.
Dilengkapi Fitur Keamanan Hidrogen & Teknologi Modern
Untuk menjamin keamanan, motor hidrogen buatan mahasiswa UPI ini dilengkapi berbagai perangkat keselamatan dan sistem monitoring terintegrasi, antara lain:
- Sensor kebocoran hidrogen
- Pemantauan tekanan & suhu berbasis Internet of Things (IoT)
- Pelacak GPS
- Kartu pintar RFID
- Pemutusan mesin jarak jauh melalui SMS jika motor hilang atau dicuri
Deretan teknologi tersebut menegaskan bahwa prototipe ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dirancang dengan standar keselamatan tinggi.
Langkah Selanjutnya: Mobil Hidrogen & SPBU Hidrogen
Tim perancang yang dibimbing oleh dosen Teknik Otomotif UPI menyampaikan bahwa pengembangan tidak berhenti pada motor hidrogen saja. Mereka kini bertujuan pembuatan:
- Prototipe mobil bertenaga hidrogen , serta
- Stasiun pengisian hidrogen (stasiun pengisian bahan bakar hidrogen)
Langkah tersebut ditujukan untuk mendorong ekosistem transportasi masa depan yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia.
[RED]













