Guatemala City, 13 November 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Aksi penembakan brutal mengguncang Guatemala setelah Insinyur José Elías Ramírez (53) , seorang pengusaha konstruksi ternama sekaligus mantan calon wali kota, tewas ditembak di siang hari bolong dalam insiden yang oleh otoritas setempat disarankan sebagai eksekusi terencana .
Kamera pengawas (CCTV) merekam detik-detik mengerikan saat dua pria bersenjata , yang menyamar sebagai pekerja bangunan , turun dari sebuah kendaraan dan langsung melepaskan tembakan ke arah Ramírez dan pasangannya, Anna María Andrés (38) , yang sedang berjalan di kawasan perkotaan.
Keduanya tertembak berkali-kali dalam jarak dekat. Dalam rekaman yang tersebar di media lokal, salah satu pelaku bahkan menutupi tubuh Ramírez dengan jaketnya sendiri sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Polisi menemukan mobil yang digunakan sekitar delapan jam setelah kejadian , di pinggiran kota. Kendaraan tersebut diketahui dilaporkan hilang sejak Mei 2025 , menambah kuat dugaan bahwa pembunuhan ini dilakukan oleh sindikat profesional.
“Semua bukti awal mengarah padaeksekusi terencana yang berkaitan dengan jaringan kejahatan terorganisirdi sektor konstruksi,” ujar salah satu pejabat penyidik dari Kepolisian Nasional Guatemala dalam pernyataannya.
Hingga kini, belum ada pelaku yang berhasil ditangkap, namun penyelidikan terus terjadi, termasuk terhadap pihak-pihak yang memiliki hubungan bisnis dengan korban.
José Elías Ramírez dikenal sebagai pemilik perusahaan Constructora D&D Ramírez y Hernández , yang tercatat menerima kontrak publik senilai Q428 juta (sekitar Rp920 miliar) selama periode 2014–2025 .
Selain dikenal di dunia konstruksi, Ramírez juga aktif di bidang politik — pada Pemilu 2023 , ia sempat mencalonkan diri sebagai Wali Kota El Tejar dari Partai Cabal , namun tidak berhasil memenangkan kursi tersebut.
Kematian Ramírez menimbulkan kehebohan besar di Guatemala dan membuka kembali perbincangan publik mengenai hubungan antara proyek infrastruktur, korupsi, dan kekerasan politik di negara tersebut.
“Sebuah pembunuhan yang mengungkap sisi gelap hubungan antarapolitik, uang, dan kekuasaandi sektor konstruksi Guatemala,” tulis media setempatEl Periódicodalam editorial tajamnya.
Otoritas kini tengah berupaya memeriksa rekaman CCTV tambahan, data komunikasi, serta aliran dana perusahaan milik Ramírez untuk mengungkap siapa dalang di balik pembunuhan berdarah ini.
[RED]













