google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Shutdown Pemerintah AS Lumpuhkan Bandara: 16.700 Penerbangan Tertunda, 2.282 Dibatalkan

banner 120x600

WASHINGTON D.C., 7 November 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Krisis politik dan fiskal di Amerika Serikat memasuki babak terburuknya. Penutupan pemerintahan (government shutdown) yang kini memasuki hari ke-36 pada Rabu (5/11/2025) membuat bandara-bandara di seluruh negeri lumpuh, menandai gangguan transportasi udara terbesar dalam sejarah negara itu.

crossorigin="anonymous">

Menurut data Federal Aviation Administration (FAA), ribuan petugas pengatur lalu lintas udara (air traffic controllers) tetap bekerja tanpa menerima bayaran di tengah tekanan psikologis dan kelelahan ekstrem. Kondisi ini memicu penundaan dan pembatalan penerbangan massal di seluruh wilayah Amerika Serikat.

Data Gangguan Penerbangan Terbesar

Platform pelacakan penerbangan FlightAware melaporkan, selama akhir pekan dari Jumat hingga Minggu (31 Oktober–2 November 2025), terdapat lebih dari 16.700 penerbangan tertunda dan 2.282 penerbangan dibatalkan.
Bandara internasional utama seperti Chicago O’Hare, Dallas Fort Worth, Denver International Airport, dan Newark Liberty menjadi titik paling terdampak, dengan antrean penumpang mengular di terminal.

Hingga Senin malam waktu setempat, penundaan masih terus berlanjut, bahkan di beberapa bandara penerbangan domestik harus dialihkan ke kota lain karena kekurangan petugas pengatur lalu lintas udara aktif.

Pemerintah Akui Krisis Transportasi

Menteri Perhubungan AS Sean Duffy mengonfirmasi bahwa gangguan ini akan berlangsung lebih lama selama shutdown belum berakhir.

“Para pengatur lalu lintas udara bekerja lembur tanpa bayaran. Mereka tidak akan diberhentikan, tapi kita harus akui, mereka tetap bekerja untuk memberi makan keluarga mereka,” ujar Duffy dalam konferensi pers di Washington D.C.

Shutdown yang berkepanjangan menyebabkan lebih dari 1,4 juta pegawai federal terdampak, di mana 670.000 orang dirumahkan sementara dan 730.000 lainnya tetap bekerja tanpa gaji.

Menjelang Libur Thanksgiving, Krisis Bisa Meluas

Situasi diprediksi akan memburuk seiring libur besar Thanksgiving yang jatuh pada 27 November 2025. Menurut American Automobile Association (AAA), sekitar 5,8 juta warga AS diperkirakan akan bepergian dengan pesawat domestik, menambah tekanan pada sistem penerbangan yang sudah kelelahan akibat kekurangan staf dan beban kerja berlebih.

Shutdown kali ini telah melampaui rekor sebelumnya pada 2018–2019, menjadikannya penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat.

Gangguan transportasi, antrian panjang di bandara, hingga keterlambatan rantai pasok barang ekspor-impor kini menimbulkan dampak ekonomi lanjutan, memperbesar tekanan terhadap pasar dan kepercayaan publik terhadap pemerintah federal.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0