Cirebon, 31 Agustus 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Harapan besar masyarakat Kota Cirebon untuk memiliki Gedung Sekretariat Daerah (Setda) baru yang megah dan representatif sebagai ikon pemerintahan, kini berubah menjadi catatan kelam kasus korupsi. Proyek pembangunan senilai Rp86 miliar tersebut justru menyisakan persoalan hukum serius setelah terungkap adanya dugaan penyimpangan anggaran hingga mencapai Rp26,5 miliar.
Alih-alih menjadi simbol kemajuan layanan publik, proyek strategis itu kini tercoreng dengan skandal penyalahgunaan dana rakyat yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan masyarakat luas.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon bergerak cepat dengan melakukan serangkaian penyelidikan mendalam. Langkah-langkah yang ditempuh meliputi:
- Memeriksa puluhan saksi kunci dari kalangan pejabat pemerintah daerah maupun pihak swasta.
- Menelusuri dokumen-dokumen penting terkait administrasi, teknis proyek, dan laporan keuangan.
- Melakukan audit mendetail terhadap proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan.
Dari hasil penyidikan, enam orang resmi ditetapkan sebagai tersangka, mulai dari pejabat daerah hingga pihak kontraktor. Salah satunya adalah IW, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Cirebon yang saat itu bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Dalam upaya mengembalikan kerugian negara, Kejari Cirebon telah berhasil menyita uang tunai sebesar Rp788 juta yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi proyek tersebut. Meski jumlah tersebut masih jauh lebih kecil dibandingkan total dugaan kerugian negara, penyitaan ini dinilai sebagai pintu masuk penting untuk menelusuri lebih dalam aliran dana lainnya.
Kejaksaan memastikan penyidikan tidak akan berhenti pada enam tersangka yang sudah ditetapkan. Penelusuran jejak uang negara yang diduga diselewengkan akan terus dilakukan guna memastikan semua pihak yang terlibat dimintai pertanggungjawaban hukum.
Publik kini menantikan langkah-langkah lanjutan dari aparat penegak hukum untuk mengungkap siapa saja aktor di balik skandal proyek raksasa ini, sekaligus memastikan dana rakyat dapat diselamatkan.
[RED]













