Mekkah, 24 Desember 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS
Pemerintah Indonesia secara resmi mengakuisisi hotel beserta lahan strategis seluas lima hektar di Kota Mekkah, Arab Saudi , sebagai bagian dari realisasi program Kampung Haji Indonesia . Kepemilikan aset tersebut menjadi tidak penting dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji bagi jutaan jemaah Indonesia tahun setiapnya.
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Arab Saudi pada Juli 2025 , yang membahas kerja sama bilateral, termasuk penguatan fasilitas penunjang ibadah haji dan umrah bagi warga negara Indonesia.
Berlokasi Strategis di Kawasan Takher
Aset yang berhasil diamankan pemerintah berada di kawasan Takher , salah satu wilayah strategis di Mekkah yang relatif dekat dengan pusat kegiatan ibadah haji. Kawasan tersebut direncanakan akan dikembangkan secara terpadu menjadi kompleks perhotelan khusus jamaah Indonesia , lengkap dengan pusat pengetahuan dan layanan pendukung .
Pembangunan kawasan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, tertib, dan terintegrasi , sehingga mobilitas, akomodasi, serta kebutuhan logistik jemaah dapat dikelola secara lebih efektif dan efisien.
Tingkatkan Kenyamanan dan Kemandirian Layanan Haji
Dengan memiliki aset properti sendiri di Tanah Suci, Indonesia diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada penyewaan hotel swasta setiap musim haji , sekaligus memberikan kepastian layanan yang lebih baik bagi jamaah.
Kampung Haji Indonesia juga dirancang untuk menjadi pusat aktivitas jamaah , mulai dari penginapan, konsumsi, belanja, hingga layanan kesehatan dan informasi, dalam satu kawasan terpadu.
Langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia dalam pengelolaan layanan haji yang profesional dan berkelanjutan.
[RED]













