Jayawijaya, Papua Pegunungan, 11 JUNI 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS
Aparat keamanan gabungan yang tergabung dalam Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Operasi Damai Cartenz-2025 kembali berhasil melumpuhkan satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga merupakan bagian dari jaringan bersenjata pimpinan Egianus Kogoya, dalam baku tembak yang terjadi pada Senin malam, 9 Juni 2025, di Kampung Pugima, Distrik Welalelama, Kabupaten Jayawijaya.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa peristiwa kontak tembak ini terjadi ketika personel Satgas tengah melaksanakan patroli pengamanan wilayah secara berkala guna mencegah gangguan keamanan.
“Saat patroli dilakukan, tim mendapatkan serangan mendadak dari arah kiri depan dengan rentetan tembakan yang cukup intens. Anggota kemudian melakukan respons tembakan terarah serta penyekatan terhadap jalur pelolosan kelompok bersenjata tersebut,” ungkap Brigjen Faizal dalam keterangannya.
Setelah aksi saling tembak berlangsung selama beberapa menit, tim melakukan manuver pergerakan ke arah Kampung Maima, Distrik Asotipo, yang diduga menjadi rute pelarian kelompok tersebut. Dalam konfrontasi susulan di lokasi itu, satu individu bersenjata dari pihak KKB teridentifikasi tertembak dan ditemukan terjatuh ke dalam jurang.
Tim kemudian mengevakuasi jasad pelaku ke RSUD Wamena untuk keperluan proses identifikasi forensik dan otopsi.
“Dugaan kuat menyatakan korban adalah anggota KKB yang berafiliasi langsung dengan kelompok Egianus Kogoya, berdasarkan ciri fisik, atribut, dan informasi lapangan yang diperoleh dari hasil interogasi sebelumnya terhadap anggota KKB yang telah tertangkap,” tambah Kaops Damai Cartenz.
Berdasarkan pemetaan intelijen, kelompok Egianus Kogoya saat ini diketahui memiliki kekuatan sekitar 15 orang bersenjata lengkap, dan telah terlibat dalam berbagai aksi kekerasan di wilayah Papua Pegunungan selama tahun 2025. Termasuk di antaranya penembakan terhadap aparat TNI-Polri, pembakaran fasilitas umum, serta penganiayaan terhadap warga sipil.
“Operasi ini bukan semata-mata bersifat represif, tetapi juga bertujuan menciptakan rasa aman dan stabilitas jangka panjang di wilayah pegunungan Papua. Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun kepada pihak-pihak yang mengancam keamanan masyarakat dan keutuhan NKRI,” tegas Brigjen Faizal.
[RED]













