Indragiri Hulu, 10 Juni 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, dilaporkan meninggal dunia. Insiden memilukan ini diduga kuat berkaitan dengan aksi perundungan atau intimidasi yang dilakukan oleh siswa yang lebih senior di lingkungan sekolahnya.
Korban, yang diketahui berinisial K dan berusia 8 tahun, menghembuskan napas terakhirnya setelah sebelumnya mengalami gangguan kesehatan serius. Berdasarkan keterangan pihak medis dan keluarga, korban dinyatakan meninggal akibat infeksi pada organ usus buntu (apendisitis) yang sempat dideritanya.
Pihak keluarga menyampaikan bahwa gejala sakit telah dirasakan oleh korban sejak tanggal 19 Mei 2025. Selama beberapa hari, kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya tidak tertolong.
Diduga, penderitaan yang dialami korban tidak hanya berasal dari aspek medis, tetapi juga dipicu oleh tekanan psikologis dan fisik akibat perlakuan tidak menyenangkan dari siswa lain yang berada di tingkat kelas lebih tinggi. Informasi sementara menyebutkan bahwa korban sempat mengalami tindakan kekerasan secara verbal maupun fisik selama berada di lingkungan sekolah.
Pihak kepolisian dari Polres Indragiri Hulu telah menerima laporan dari keluarga korban dan sedang melakukan penyelidikan intensif terkait dugaan kekerasan di lingkungan sekolah tersebut. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) saat ini tengah memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan-rekan sekolah korban dan pihak guru.
“Kami masih dalam tahap mengumpulkan keterangan serta bukti-bukti yang berkaitan dengan peristiwa ini. Apabila ditemukan unsur pidana, kami akan memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar salah satu penyidik.
Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu juga telah dimintai keterangan terkait sistem pengawasan dan keamanan di lingkungan sekolah guna mencegah kejadian serupa terjadi kembali.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pihak, terutama institusi pendidikan, orang tua, dan masyarakat luas, tentang pentingnya pengawasan terhadap dinamika sosial anak-anak di sekolah. Aksi perundungan bukan hanya melukai secara emosional, namun juga bisa berdampak serius terhadap keselamatan jiwa.
[RED]













