google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0
HOME, Kota  

WALI KOTA BEKASI SEBUT MASALAH SAMPAH DI TPA SUMURBATU TELAH KRITIS, TEKANKAN PENTINGNYA PENGELOLAAN BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT

WALI KOTA BEKASI SEBUT MASALAH SAMPAH DI TPA SUMURBATU TELAH KRITIS, TEKANKAN PENTINGNYA PENGELOLAAN BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT
banner 120x600

Bekasi, 8 JUNI 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Pemimpin Daerah Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa kondisi pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sumurbatu, yang berada di wilayah Kecamatan Bantargebang, telah memasuki fase kritis dan mendesak penanganan segera. Hal ini ditegaskannya dalam pidato resmi pada kegiatan apel K3 dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kota Bekasi Tahun 2025, yang berlangsung di Alun-Alun M. Hasibuan, Kamis (05/06/2025).

crossorigin="anonymous">

“Area TPA di Sumurbatu, Bantargebang, telah berulang kali mendapatkan sorotan dan peringatan serius. Belum lama ini terjadi insiden longsor timbunan sampah usai diguyur hujan, dan ini menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan limbah tidak bisa dianggap enteng,” ujar Tri dengan nada tegas.

Ia menjelaskan bahwa jika area pembuangan tersebut sampai harus ditutup karena tidak mampu menampung sampah, maka akan timbul masalah besar bagi Kota Bekasi, mengingat volume sampah yang dihasilkan penduduk setiap hari sangat tinggi.

“Kalau TPA itu berhenti beroperasi, maka seluruh sistem pengelolaan sampah kota akan lumpuh. Oleh sebab itu, kami mendorong masyarakat mulai memilah sampah dari rumah. Pisahkan mana yang bisa dimanfaatkan atau didaur ulang,” sambungnya.

Pemerintah Kota Bekasi saat ini tengah mendorong penerapan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan, berbasis teknologi ramah lingkungan dan keterlibatan aktif warga. Salah satu inisiatif yang tengah digiatkan adalah program “Sedekah Sampah”, yang rutin digelar setiap hari Jumat di berbagai kantor pemerintahan.

Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran warga akan nilai ekonomis dari sampah terpilah seperti plastik, kertas, dan logam ringan. Hasil sedekah sampah tersebut akan dikelola melalui bank sampah dan dimanfaatkan untuk program sosial serta mendukung ekonomi sirkular.

“Kami ingin membangun ekosistem di mana sampah tidak lagi dianggap sebagai limbah tak berguna, tapi justru bisa jadi sumber manfaat. Namun ini butuh komitmen bersama,” ungkap Tri di hadapan para pejabat, petugas kebersihan, dan masyarakat yang hadir dalam apel tersebut.

Selain edukasi kepada warga, Pemkot Bekasi juga berencana mempercepat modernisasi infrastruktur pengelolaan limbah, termasuk pembangunan fasilitas teknologi pemrosesan sampah berbasis thermal dan bioenergi.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0